Ini terlihat dari bentuk atap yang runcing dengan ukiran-ukiran khas Batak Karo.
Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Batak yang Halal, Mulai dari Sashimi Khas Batak Sampai Ubi Tumbuk
Gereja yang didirikan pada tahun 2005 terdiri atas dua bangunan, yaitu gereja inti dan bangunan pendopo.
Gereja inti lebarnya 24 meter, panjang 32 meter dan tinggi 35 meter.
Sementara bangunan pendopo dibuat dengan model geriten atau rumah tanpa jendela.
Pendopo digunakan untuk keperluan religi dan acara kaum muda.
Baca Juga: 4 Tempat Terbaik untuk Mendapatkan Pemandangan Danau Toba Secara Menyeluruh
4. Gereja Pohsarang
Gereja katolik Pohsarang berlokasi di Kediri.
Dibangun pada tahun 1936 gereja ini mengkombinasikan gaya arstitektur Jawa dengan arstitektur barat.
Keunikan lain dari gereja Pohsarang adalah lokasinya yang di lereng Gunung Wilis pada ketinggian 400 meter mldp.
Baca Juga: Tidak Jauh dari Surabaya, Ini Rekomendasi Tempat Wisata di Kediri
Bangunan gereja dikelilingi benteng yang terbuat dari batu-batuan yang cantik.
Pada bagian tengah ada seperti bangunan kecil dari tumpukan batu tempat meletakan lonceng gereja.
Atapnya pun dibuat model lengkung dengan genteng warna merah keoranyean khas rumah Jawa.
Artikel Terkait
4 Tempat di Indonesia Ini Jelang Natal Akan Tampak Lebih Indah dan Meriah Juga Sakral
5 Tempat di Seoul yang Menampilkan Christmas Light Tercemerlang di Masa Natal dan Tahun Baru
6 Hidangan Natal Khas Indonesia yang Dipengaruhi Menu Makanan dari Belanda
Jelang Hari Natal, Ayo Kunjungi Gereja-gereja Tertua di Jakarta, Ada yang Didirikan di Abad 16
Belum Banyak yang Tahu, Ini Tradisi Unik Perayaan Natal di Indonesia