4 Gereja dengan Nuansa Tradisional Indonesia yang Kental, Ibadah di Sini Jadi Semakin Cinta Tanah Air

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 13 Desember 2023 | 17:00 WIB
Gereja Palasari (gerejahkypalasari.com)
Gereja Palasari (gerejahkypalasari.com)

Bangunan gereja terlihat lebih mirip kuil Hindu India dibandingkan dengan gereja.

Tidak perlu heran, ini karena Graha Maria Annai Velangkanni dibangun komunitas umat katolik Tamil.

Yakni, masyarakat keturunan Tamil yang tinggal di Medan.

Baca Juga: Hanya 60 Menit dari Medan, Ini Rekomendasi Wisata di Deli Serdang

Arsitektur yang digunakan adalah arsitektur bergaya India-Mughal.

Nama Annai Velangkani sendiri dipilih karena kepercayaan masyarakat Tamil.

Mereka percaya Bunda Maria pernah muncul pada abad ke-17 di kota Velankanni, Tamil India.

Baca Juga: Tidak Jauh dari Danau Toba, Ini Rekomendasi Tempat Wisata di Pulau Samosir yang Bisa Sekalian Dikunjungi

Dari situ juga lahir gelar Bunda Velangkanni Bunda Pemyembuh.

Gereja ini pun lebih memilih nama Graha Maria disesuaikan visi pendirinya Pastor James Bharataputra SJ.

Ia ingin membuat Graha Maria jadi rumah untuk semua orang tanpa mengenal ras dan agama.

Baca Juga: Makanan Ringan Khas Batak yang Unik dan Otentik

Gereja Santo Fransiskus Asisi (arhdioceseofmedan.or.id)

3. Gereja Santo Fransiskus Asisi
Gereja katolik ini berlokasi di Berastagi, Sumatra Utara.

Bentuk bangunan sama sekali tidak seperti gereja tetapi lebih menyerupai rumah adat Batak Karo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: arsitag.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini