Wisata Religi di Larantuka, Flores Timur, Kota yang Dijuluki Kota Bunda Maria

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 17 Desember 2023 | 18:30 WIB
Gereja Katedral Reinha Rosari dulunya dinamakan Gereja Besi karena dibangun dari besi yang dibawa dari Den Haag, Belanda.  (tripadvisor.oc.id)
Gereja Katedral Reinha Rosari dulunya dinamakan Gereja Besi karena dibangun dari besi yang dibawa dari Den Haag, Belanda. (tripadvisor.oc.id)

Dulunya gereja ini dinamakan Gereja Besi karena dibangun dari besi yang dibawa dari Den Haag, Belanda.

Baca Juga: Kuliner Wajib di Labuan Bajo, Lengkap dari yang Pedas, Gurih, Sampai Manis

Proses pembangunan gereja dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat Larantuka.

Sampai saat ini gereja masih digunakan sebagai tempat peribadatan.

Lokasinya di jalan Pastoran Katolik, Lokea, Larantuka, Flores Timur.

Baca Juga: 4 Pulau di Indonesia Timur yang Wajib Dikunjungi

2. Museum MGR Gabriel Manek SVD
Museum ini didedikasikan untuk MGR Gabriel Manek SVD, uskup pribumi kedua di Indonesia.

Di museum ini bersemayam pula jasad MGR Gabriel Manek SVD yang masih utuh.

Gabriel Manek merupakan sosok penting bagi masyarakat Larantuka.

Di museum ini pengunjung bisa melihat kehidupan dan aktivitas Uskup Gabriel dan perkembangannya di Larantuka.

Baca Juga: Meskipun Mahal, Sekali Seumur Hidup Anda Perlu ke Indonesia Timur, Ini Alasannya

Taman Doa Mater Dolorosa, Larantuka, Kabupaten Flores Timur. (Kredit Diaspora Oqbal via selatanindonesia.com)

3. Mater Dolorosa
Mater Dolorosa adalah taman doa yang juga jadi landmark Larantuka.

Mater Dolorosa sendiri berarti bunda yang berduka.

Di tempat ini peziarah bisa melihat patung Bunda Maria memangku Yesus dengan ekspresi sedih.

Tidak jauh dari Mater Dolorosa ada kapel Tuan Ma (Bunda Maria) dan Kapel Tuan Ana (Yesus).

Baca Juga: Wisata ke Timor Leste, Tidak Perlu Pakai Visa, Bisa Diakses Lewat Udara dan Darat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini