Museum ini pun dibangun dengan standar dunia tentang konservasi dengan pemanfaatan.
Artinya standar dibuat untuk mencegah kepunahan dan peningkatan populasi satwa liar di habitat aslinya.
Terdiri atas 2500 koleksi
Ada sekitar 2.500 spesimen taksidermi yang dipamerkan di Rahmat International Wildlife Museum and Gallery.
Dengan kualitas sound yang luar biasa, pengunjung juga diajak mendengarkan suara binatang asli.
Rasanya seperti sedang bersafari di hutan belantara.
Museum Rahmat International Wildlife Museum and Gallery dibagi atas beberapa bagian.
Pada bagian Afrikan Big Five pengunjung bisa melihat lima mamalia terbesar di Afrika.
Seperti gajah, badak putih, singa, banteng dan macan tutul.
Bagian kedua adalah birds kingdom yang menampilkan berbagai jenis burung.
Pengunjung bahkan bisa mendengarkan secara langsung suara kicauan burung yang dipamerkan di museum.
Pada bagian ketiga adalah bear room.
Baca Juga: Lestarikan Sejarah Lampung, ASDP Segera Bangun Museum Siger di Kawasan Bakauheni Harbour City
Artikel Terkait
Mampir ke Desa Wisata Silalahi, Pedesaan di Pesisir Danau Toba yang Cantik dan Kaya Budaya
Hanya 60 Menit dari Medan, Ini Rekomendasi Wisata di Deli Serdang
Tidak Jauh dari Danau Toba, Ini Rekomendasi Tempat Wisata di Pulau Samosir yang Bisa Sekalian Dikunjungi
Air Terjun Spiso Piso, Destinasi Wisata di Sumut yang Tak Kalah Menarik dari Danau Toba, Bentuknya Menyerupai Pisau
Di Tahun 1948, Bung Karno Pernah Diasingkan di Pulau Ini, Ternyata di Daerah Danau Toba