Awalnya Lumpia Semarang tidak digoreng, bentuknya lebih mirip lumpia basah.
Camilan ini lahir pada awal abad ke 19.
Awalnya Tjoa Thay joe hijrah ke Semarang dan membuka bisnis makanan berisi daging dan rebung.
Baca Juga: Mengenal Beragam Hidangan Natal dari Berbagai Daerah di Indonesia
Dia bertemu Mbak Wasih, orang Jawa yang berjualan camilan yang mirip tapi isinya kentang dan udang.
Setelah keduanya menikah, mereka memadukan kedua dagangan masing-masing.
Kulit lumpia dibuat dengan khas China dan isiannya berubah jadi udang, telur dan rebung.
Setelah pertama kali dijajakan di Olympia Park, camilan ini disukai banyak orang hingga sekarang.
Onde-Onde
Onde onde aslinya bernama ludeui.
Camilan ini sudah ada sejak zaman dinasti Tang (sekitar abad 6-9).
Asalnya dari daerah Changan.
Baca Juga: 5 Kuliner Indonesia yang Hampir Punah, Kebanyakan Karena Terkendala Bahan Baku
Setelah dibawa pedagang China ke kawasan Asia Tenggara, ludeui beradaptasi dengan selera lokal.
Artikel Terkait
Tak Hanya Pempek, Ini Deretan Jajanan Tradisional Palembang yang Enak
Siomay Dinobatkan Sebagai Jajanan Terenak di Dunia, Berikut Rekomendasi Tempat Makan Siomay Terenak di Bandung
Tiga Jajanan Pasar Asal Indonesia Masuk Daftar 10 Kue Paling Populer di Asia, Apa Saja?
Tidak Tergeser Kuliner Baru, Ini Kuliner Tradisional Khas Bandung yang Masih Bertahan dan Bisa Dicicipi Lagi dan Lagi
Mencoba Wisata Kuliner Tiwul Khas Gunung Kidul, Jogja yang Terbuat dari Singkong