Tahun 1900 hingga 1960 an ini juga erat disebut masa kejayaan industri batik.
Masa kejayaan Laweyan sangat erat dengan legenda Mbok Mase dan Mas Nganten, sebutan bagi juragan batik yang sangat disegani berkat prestasinya dalam perdagangan batik.
Rumah-rumah para juragan batik bak istana masa lampau yang sebagian beralih fungsi sebagai showroom batik untuk menyambut para wisatawan.
Rumah-rumah kuno eksotis tersebut kini sering dijadikan sebagai latar belakang pembuatan film dan program acara media TV nasional dan internasional.
Memiliki daya tarik yang luar biasa, Kampung Batik Laweyan tak hanya memperjual belikan batik saja.
Baca Juga: 7 Kekayaan Kuliner Banyuwangi Penggoda Selera yang Belum Banyak Orang Tahu
Pengunjung bisa melakukan beberapa hal menyenangkan, diantaranya yakni.
1. Belajar membatik
Pengunjung tak hanya disuguhkan dengan keindahan batik yang beranekaragam.
Namun pengunjung bisa mendapatkan kesempatan untuk membatik sendiri.
Ada beberapa gallery yang mempersilakan pengunjung untuk belajar tata cara membatik, baik tulis maupun cap.
2. Berburu oleh-oleh
Bukan liburan namanya jika tidak membeli ole-oleh.
Nah, di Kampung Batik Laweyan, para pengunjung bisa membawa pulang berbagai oleh-oleh.
Selain kain batik, di Kampung Batik Laweyan juga menjual berbagai macam hiasan batik.
Artikel Terkait
Jalan-jalan ke Solo, Jangan Lupa Coba Sederet Minuman Khas yang Tidak Ada di Daerah Lain
Hilangkan Penat dengan Berkunjung ke Taman Balekambang Solo, Hutan Kota yang Jadi Rumah Para Rusa
Liburan Ke Solo Belum Lengkap Jika Belum Kunjungi Surganya Belanja Pasar Klewer
Lux Surakarta, Resto di Solo yang Tawarkan Pemandangan Indah dari Gedung Lantai 7