Dilansir dari beberapa sumber, Barongsai rupanya sudah sering ditampilkan dalam acara-acara keagamaan dan perayaan sejak Dinasti Han (206 SM - 220 M).
Namun menurut Irwan Abdullah, guru besar Antropologi Universitas Gadjah Mada, dalam Agama dan Kearifan Lokal dalam Tantangan Global menyebut Barongsai berakar dari masa Dinasti Chin sekira abad ke-3 SM.
Barongsai kemudian menjadi tradisi yang populer pada zaman Dinasti Nan-Bei, sekira 420-589 Masehi.
Tradisi ini dibawa ke Indonesia seiring migrasi besar-besaran dari China sekira abad ke-17.
Barongsai biasanya memiliki warna-warna yang mencolok, berikut makna setiap warna dari Barongsai.
- Merah
Melambangkan keberanian besar yang ditampilkan dengan tarian akrobatik yang sulit.
Baca Juga: Produk UMKM Binaan PLN Dijual di Vending Machine Bandara Soetta berkat Kolaborasi Antar BUMN
- Putih
Melambangkan kesucian dan umur paling tua.
Dengan begitu, barongsai berwarna putih bermakna umur panjang dan kesempatan memperoleh kesehatan di tahun baru.
- Emas
Kegembiraan menjadi makna yang disampaikan. Kehadirannya membuat semua orang bersuka cita menghadapi tahun baru Imlek.
- Hitam
Barongsai hitam menggambarkan usia yang paling muda dan ditampilkan dalam gerakan lincah yang bermakna keingintahuan tinggi.
Selain itu, warna hitam bermakna kesuburan dan harapan bagi generasi muda supaya hidup lebih baik.
Artikel Terkait
Untuk yang Ingin Menyaksikan Perayaan Imlek di Singkawang dan Mencari Kuliner Halal, Ini yang Direkomendasikan
32 Tahun Sempat Dilarang, Begini Sejarah Perayaan Imlek Sampai Akhirnya Jadi Hari Libur Nasional
5 Kuliner yang Hadir Saat Perayaan Imlek, Masing-masing Punya Makna Khusus
Sambut Perayaan Imlek 2024, PosIND Rilis Prangko Edisi Spesial Bertema Tahun Naga Kayu 2575