Kabar BUMN - Kota Singkawang yang multietnis dihuni tiga etnis besar, yaitu Tionghoa, Dayak, dan Melayu.
Di antara ketiganya yang hidup berdampingan ini, etnis Tionghoa yang paling besar jumlah warganya.
Tidak heran kalau budaya Tionghoa begitu kental di Singkawang.
Satu tempat wisata yang kental budaya Tionghoa-nya adalah Kawasan Tradisional Rumah Marga Tjhia.
Pedagang kaya di Singkawang
Kawasan Tradisional Rumah Marga Tjhia merupakan kompleks rumah berarsitektur khas Tionghoa.
Rumah ini milik keluarga Tjhia dan sudah berdiri sejak tahun 1902.
Rumah ini dibangun warga Tionghoa marga Chia Siu Si dari Fujian China yang merantau ke Singkawang.
Baca Juga: Menilik Sejarah Kelenteng Sam Poo Kong, Keindahan Bangunan Khas Tiongkok di Semarang
Kala itu, Singkawang yang lahannya subur masih belum banyak penduduknya.
Chia mulai mengubah lahan hutan jadi kebun sayur, karet, kelapa dan buah-buahan.
Perkebunan ini membawa kesuksesan dan juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Chia lalu membuat armada khusus untuk menjual hasil kebunnya ke Malaysia dan Singapura.
Baca Juga: Legenda Rumah Batu Olakemang, Jambi, Rumah Tua Berumur 200 Tahun yang Belum Pernah Direnovasi
Dari bisnis inilah secara perlahan Chia dikenal sebagai pedagangan dan orang kaya di Singkawang.
Artikel Terkait
Deretan Pantai di Kalimantan yang Menakjubkan
Bertemu Bekantan di Kalimantan Utara
Wisata Sambil Belajar Sejarah di Kalimantan Barat
Momen Liburan Mengesankan, Berenang Bersama Ubur-ubur Jinak di Danau Kakaban, Kalimantan Timur
Tak Perlu Jauh-Jauh ke Thailand, Ada Pasar Terapung Lok Baintan Destinasi Wisata khas Kalimantan Selatan
Labuan Cermin, Danau Dua Rasa di Kalimantan Timur yang Airnya Sebening Kaca