Sedangkankan pada malam hari suhu bisa mencapai 9 derajat celsius.
Bahkan di Kota Mulia ini curah hujan hampir terjadi sepanjang tahun.
Pemandangan alam di Kota Mulia sangatlah indah, dengan pegunungan yang menjulang tinggi dan lembah-lembah yang hijau.
Baca Juga: Long Weekend, Jumlah Penumpang DAMRI Transjawa Tembus 1000 Orang dalam Satu Hari
Keindahan alam dan budaya Kota Mulia memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan.
Pendakian Puncak Jaya, wisata alam di lembah-lembah, dan pengenalan budaya Honai dapat menjadi daya tarik utama.
Masyarakat di Kota Mulia masih banyak yang hidup dengan tradisi dan budaya leluhur.
Sebagian besar warga di Kota Mulia tinggal di Honai, sebuah rumah adat Papua yang hangat, tanpa jendela, sehingga udara dingin tidak mudah masuk ke dalam rumah terutama saat malam hari.
Sedangkan rumah berdinding semen biasanya hanya digunakan untuk gedung perkantoran seperti kantor desa, puskesmas, dan sekolah serta pelayanan sosial lainnya.
Sebagian penduduk dari Kota Mulia berasal dari suku Dani (Lani), kemudian suku Damal, Dawa, Wano, Nduga, dan suku Turu.
Lalu ada beberapa suku pendatang lainnya dari daerah lain di Indonesia.
Di Kota Mulia ada sebuah bandar udara kecil, yakni Bandar Udara Mulia untuk pesawat ukuran kecil.
Pesawat tersebut melayani penerbangan ke Jayapura dengan waktu tempuh sekitar satu jam.
Artikel Terkait
PLN Icon Plus Bangun Langkah Revolusioner dengan Pengembangan SIMRS
KAI Logistik Perluas Jaringan Layanan Penjemputan Paket, Bantu Kembangkan Bisnis Kurir
Melalui Program Hutan Pertamina, Lebih Dari Enam Juta Pohon Telah Ditanam di Lahan Seluas 629 Hektare
4 Destinasi Wisata di Pulau Bintan, Bukan Hanya Resort dan Pantai, Gurun Pasir Pun Ada