Nama kue putu juga tercantum dalam kitab Serat Centhini yang terbit tahun 1814.
Dalam kitab 'ensiklopedia' kebudayaan Jawa itu, di antaranya diceritakan perihal Jamal dan Jamil yang jajan membeli beberapa jenis makanan di Desa Wanamarta.
Diantaranya srabi, putu, jenang, sego rames dan pindang.
Kemungkinan, aneka penganan ini memang telah biasa dijual di perdesaan Jawa sejak masa-masa sebelumnya, yakni abad ke XVIII.
Baca Juga: Benamkan Diri dalam Keindahan Pantai Tanjung Lesung Berpasir Putih di Pandeglang Banten
Dituliskan pada bagian lain, Nyai Sumbaling dan Centhini menyuguhkan kudapan setelah shalat Subuh.
Antara lain disebutkan teh, dan kopi, yang disertai berjenis-jenis makanan.
Seperti gemblong, lempeng, kolak ketan, juwadah, jenang, ledre isen, bikang, putu, glali-sutra, jenang-caca, serabi, kupat mujid, pisang kuning bakar, dan dendeng gepuk bakar.
Meski sebagai jajanan tradisional, namun keberadaan kue putu masih bisa ditemukan.
Yakni di pasar tradisional atau disekitar sekolah-sekolah.
Namun jika kamu kesulitan menemukan kue putu, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah.
Baca Juga: 6 Kuliner Rekomendasi di Phu Quoc, Kaya Bahan Seafood dan Daun-daunan Khas Masakan Vietnam
Berikut bahan dan resep cara membuat kue putu.
Bahan:
Artikel Terkait
5 Kuliner yang Hadir Saat Perayaan Imlek, Masing-masing Punya Makna Khusus
5 Kuliner Khas Magelang yang Enak dan Paling Populer, Sego Godog Paling Unik
Menikmati Kuliner Unik Es Goyobod, Minuman Khas Bandung yang Memiliki Sejarah Panjang