Tradisi Menyambut Bulan Ramadan di Indonesia, Unik dan Sudah Berlangsung Turun Temurun

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 28 Februari 2024 | 11:30 WIB
Tradisi pacu jalur di Sungai Kuantan Singingi (Kuansing). (wonderfulimages.kemenparekraf.go.id via lensa44.com)
Tradisi pacu jalur di Sungai Kuantan Singingi (Kuansing). (wonderfulimages.kemenparekraf.go.id via lensa44.com)

Kabar BUMN - Keragaman masyarakat Indonesia yang multikultur tercermin pula pada kegiatan seputar bulan Ramadan.

Jelang Ramadan, masyarakat tidak hanya mempersiapkan mental tetapi juga melakukan sejumlah tradisi daerahnya.

Sejumlah daerah di Indonesia memiliki tradisi menyambut Ramadan yang unik dan sudah berlangsung secara turun menurun.

Baca Juga: Tradisi Unik Berbagai Suku di Indonesia yang Masih Dipertahankan

1. Meugang
Aceh memiliki tradisi meugang, atau disebut juga haghi mamagagai ung.

Meugang adalah tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama seluruh anggota keluarga.

Tradisi dilakukan sebagai ucapan syukur atas kemakmuran negeri Aceh saat menyambut hari suci umat Islam.

Meugang sudah ada sejak zaman kerajaan Sultan Iskandar Muda.

Zaman dulu, Sultan membagi-bagikan daging gratis pada kaum yatim piatu.

Baca Juga: Meugang: Tradisi Lebaran di Aceh untuk Mempererat Silaturahmi

2. Mamalang
Tradisi mamalang dilakukan masyarakat dari Sumatra Barat.

Ini tradisi membuat lemang yang merupakan makanan tradisional Sumatra Barat.

Lemang terbuat dari beras ketan yang dimasukan pada bambu panjang dan dibakar.

Selain di bulan Ramadan, lemang selalu disajikan di saat pesta atau sejumlah acara keluarga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: indonesia.travel

Tags

Artikel Terkait

Terkini