Kabar BUMN - Kawasan Pasar Gede, Surakarta terlihat lebih meriah menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.
Itu karena wilayah ini sejak lama dikenal sebagai kawasan Pecinan di Solo.
Jelang Imlek, kawasan Pasar Gede akan dipasangi lampion-lampion merah khas Negeri Tirai Bambu.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Serabi Enak di Kota Solo, Cocok Untuk Oleh-oleh Bagi Orang Tercinta
Suasana Imlek di Pasar Gede semakin meriah dengan diadakannya festival Grebeg Sudiro.
Dilansir KabarBUMN.com dari surakarta.go.id, Grebeg Sudiro adalah perayaan tahunan yang menjadi penanda akulturasi etnis Jawa dan Tionghoa di Kampung Sudiroprajan.
Kampung Sudiroprajan adalah kampung yang berada di dekat Pasar Gede dan banyak dihuni oleh warga etnis Tionghoa.
Baca Juga: Asal Usul Kue Serabi Solo, Pancake Jawa yang Sudah Dikenal Sejak Zaman Kerajaan Mataram
Awalnya, tradisi Grebeg Sudiro merupakan acara tahunan untuk memperingati HUT Pasar Gede yang jatuh setiap tanggal 12 Januari.
Perayaan tersebut digagas langsung oleh warga etnis Tionghoa dan etnis Jawa yang tinggal di kawasan Kampung Sudiroprajan.
Mengetahui festival tersebut mengusung semangat kebhinekaan dan keberagaman, Pemkot Solo mendukung perayaan tersebut menjadi acara tahunan.
Baca Juga: Mengungkap Sejarah Timlo Solo, Makanan Khas Asal Solo yang Ternyara Berasal dari China
Dalam pelaksanaannya, Grebeg Sudiro terdiri dari dua kegiatan utama, yaitu sedekah bumi dan kirab budaya.
Sedekah bumi merupakan bentuk rasa syukur para pedagang di Pasar Gede dan masyarakat sekitar.
Artikel Terkait
Menyantap Segarnya Timlo Sastro Pasar Gede, Pelopor Timlo di Kota Solo sejak 1958
5 Rekomendasi Timlo Enak di Kota Solo, Cocok Disantap Untuk Segala Suasana
Mengungkap Sejarah Timlo Solo, Makanan Khas Asal Solo yang Ternyara Berasal dari China
Asal Usul Kue Serabi Solo, Pancake Jawa yang Sudah Dikenal Sejak Zaman Kerajaan Mataram
5 Rekomendasi Serabi Enak di Kota Solo, Cocok Untuk Oleh-oleh Bagi Orang Tercinta