Baca Juga: 6 Tips Memotret Tempat Ibadah dengan Ponsel Supaya Tampak Unik dan Keren
Namun karena mendapat petunjuk bahwa area tersebut tidak akan ada penghuninya, mereka pun mengganti lokasi masjid ke daerah Sapuro, yang merupakan bantaran kali kupang.
Selain menjadi masjid tertua di Pekalongan, ada daya tarik lain yang dimiliki Masjid Jami Aulia, yakni adanya Al-Qur’an berukuran raksasa.
Al-Quran ini diperkirakan berukuran 2 x 2,30 meter dan berisi juz 30 yang terdiri atas 17 surat, termasuk tambahan surat Al Fatihah.
Al-Quran raksasa itu ditulis oleh Haji Rahmat warga Kraton, Pekalongan.
Di antara pemisah bagian dalam dan luar tempat salat di Masjid Aulia terdapat pintu yang di atasnya bertulis huruf Arab
Adapun tulisan berbahasa Arab itu memperlihatkan tulisan angka 1035 Hijriah.
Tulisan 1035 Hijriah merupakan tahun pembuatan masjid, yang menyimpulkan jika usia masjid sudah lebih dari 400 tahun.
Baca Juga: Pertamina NRE dan VKTR Sepakat Kembangkan e-Mobility as a Service (e-MaaS) di Indonesia
Keberadaan Masjid Jami Aulia di Pekalongan bukan hanya menjadi peninggalan bersejarah islam semata.
Melainkan juga menjadi bukti sejarah peradaban Islam di Kota Batik.
Artikel Terkait
Perkuat Silahturahmi, DAMRI Gelar Buka Puasa Bersama Wartawan
7 Menu buka puasa yang banyak diminati warga +62 Versi Pegadaian
5 Alasan Kenapa Perut Mudah Kenyang Saat Berbuka Puasa
5 Rekomendasi Makanan Khas Madura yang Bisa Jadi Menu Buka Puasa