Baca Juga: Menyenangkan Sekaligus Menantang, Ini 8 Tips Sebelum Mendaki Gunung bagi Pemula
2. Spesialisasi dari Open Trip
Banyak jenis penyelenggaraan open trip. Mulai dari naik gunung, trekking, snorkeling atau ke pantai.
Tidak semua Open Trip mampu melakukan semuanya. Umumnya punya satu-dua spesialisasi saja.
Lebih baik mencari Open Trip yang spesialisasi pada satu aktivitas atau mungkin satu lokasi saja.
Semakin fokus pada tempat tertentu, bisa diartikan sudah sering melayani dan mengenal medan dengan baik.
3. Mampu memberikan itinerary dengan lengkap
Open trip yang baik akan secara terbuka dan jelas untuk memberitahu jadwal perjalanan mereka.
Mulai dari jam keberangkatan, aktivitas per jam sampai pulang.
Akan dicantumkan pula perkiraan harga misalnya harga penginapan, tiket masuk, makanan, dan lain-lainnya.
Baca Juga: Tips Hiking Bagi Pemula, Jangan Lupa Sarapan yang Cukup
4. Mau menjawab semua pertanyaan
Jangan ragu untuk ajukan banyak pertanyaan kepada penyedia jasa open trip.
Dan Open Trip yang baik akan dengan senang hati menjawab pertanyaan yang diajukan.
Mulai dari harga paket, jumlah minimal orang, tanggal berangkat, surat-surat atau dokumen.
Pengurusan izin, terutama naik gunung, sangat penting karena selalu ada kuota jumlah pendaki.
5. Sistem pembayaran yang terbuka
Open trip yang benar memiliki sistem pembayaran yang terbuka dan jelas.
Artikel Terkait
Liburan Secara Mandiri, Ini Tips Pergi Berlibur Ke Pulau Seribu Tanpa Bantuan Travel Agent
Tidak Usah Pakai Travel Agent, Simak Tips Wisata ke Bromo Tanpa Ikut Open Trip Berikut Ini
Panduan Liburan dan Perkiraan Budget Ke Raja Ampat Ala Backpacker
Wisata ke Belitung Tidak Harus Ikut Tur, Pergi Mandiri dan Sendirian Pun Bisa, Ini Perkiraan Budgetnya