Kabar BUMN - Dipengaruhi budaya Belanda, sekitar tahun 1920-an secara perlahan bermunculan toko roti di Jakarta.
Diadopsi dari kuliner Belanda, roti dari toko-toko ini sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.
Tidak sedikit dari toko-toko roti ini yang masih beroperasi dan melegenda di antara toko roti modern di Jakarta.
Rasa roti dari masa lalu itu pun terus dipertahankan hingga sekarang.
Baca Juga: Pusat Kebudayaan Asing di Jakarta, Tempat Menambah Wawasan yang Gaya dan Berbeda
1. Maison Weiner
Maison Weiner salah satu toko roti tertua di Jakarta yang sudah berdiri sejak tahun 1930-an.
Lokasinya di Kramat, Senen, Jakarta Pusat. Dari luar interiornya yang khas tahun 70-an masih tampak.
Toko roti ini didirikan Lee Liang Mey. Pemiliknya sekarang sudah masuk generasi ketiga.
Baca Juga: Dikunjungi CEO Apple Tim Cook, Inilah Museum Wayang Jakarta yang Istimewa Bagi Indonesia dan Dunia
Meskipun masih mengandalkan resep lama, Maison Weiner juga menyediakan roti modern.
Roti yang sejak dulu masih dijual adalah ontbijkoek, woolrool bread, roemhoren dan kue soes.
Masion Weiner beralamat di jalan Kramat II no 2, Senen, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Mengintip Indahnya Pantai Pasir Perawan di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
2. Suisse Bakery
Sejak berdiri di Hayam Wuruk dari tahun 1978, toko roti legendaris ini selalu ramai dengan pembeli.
Menu yang paling populer adalah roti susu, lapis malang dan risoles ayam.
Roti jadul lainnya yang juga nikmat, roti cokelat, roti pisang keju, roti kelapa dan keju panjang.
Artikel Terkait
Roti Khas Indonesia, Tetap Jadi Favorit di Antara Gempuran Roti Modern
Bernostalgia dengan Cita Rasa Zaman Kolonial di Toko Roti Legendaris Sumber Hidangan Jalan Braga Bandung
Rekomendasi Bakery Khas Jepang di Jakarta dengan Ragam Roti dan Pastry yang Lebih Empuk dan Manis
4 Rekomendasi Bakery Korea di Jakarta, Hadirkan Aneka Roti Lembut dan Manis yang Menggugah Selera
7 Roti Terenak Sedunia Tahun 2024 Versi CNN, Salah Satunya Roti Gambang
Tidak Ada Rasa yang Hilang di Warung Roti Bakar Legendaris di Bandung, Semua Rasa Masih Terus Dipertahankan Seperti Puluhan Tahun Lalu