Kembali ke Piring dan Mangkuk dengan Makanan yang Cita Rasanya Sudah Berusia Puluhan Tahun di Malang

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 30 April 2024 | 14:30 WIB
Cita rasa Soto Ayam Lombok masih sama dengan puluhan tahun lalu. (Dhodi Syailendra via tangerangraya.id)
Cita rasa Soto Ayam Lombok masih sama dengan puluhan tahun lalu. (Dhodi Syailendra via tangerangraya.id)

Kabar BUMN - Seperti daerah di dataran tinggi lain di Indonesia, di masa kolonialisme, Malang juga menjadi tujuan wisata warga Belanda.

Udaranya yang sejuk membuat warga Belanda senang berlama-lama menghabiskan waktu luangnya di Malang.

Karena jadi tujuan wisata, sejak dulu pula di Malang banyak berdiri tempat makan untuk seluruh kalangan.

Tidak hanya ala barat, banyak tempat makan dengan menu tradisional yang usianya kini sudah puluhan tahun.

Baca Juga: Simak Cara Pesan Tiket Double Decker DAMRI, Jadikan Perjalanan Nyaman Menuju Surabaya dan Malang

1. Soto Ayam Lombok
Tempat makan ini sudah buka sejak tahun 1955. Awalnya hanya di jalan Lombok, kini punya banyak cabang.

Soto Ayam Lombok memiliki kuah kuning bening. Bumbu rempahnya begitu terasa dan gurih.

Isian sotonya berlimpah. Tak lupa dicampur dengan koya yang nikmat. Satu porsi sekitar Rp25.000.

Soto Ayam Lombok beralamat di jalan Lombok no 1, Kasin, Kecamatan Klojen, Malang.

Baca Juga: Kampung Heritage Kayutangan, Hadirkan Suasana Tempo Dulu di Kawasan Kampung Tua di Malang

Lumpia dan minuman Fosco Depot Hok Lay yang fenomenal. (travelingyuk.com)

2. Depot Hok Lay
Buka sejak tahun 1946, suasana masa lalu masih terjaga baik di Depot Hok Lay, termasuk soal rasa makanannya.

Tempat ini sedia cwimie yang terdiri atas mie, ayam cincang, dan bawang goreng. Sedia juga nasi bakmoy dan lumpia.

Satu lagi menu yang legendaris dari tempat makan ini es fasco, yakni susu murni yang dicampur soda.

Depot Hok lay beralamat di jalan KH Ahmad Dahlan no 10 Klojen, Malang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini