4 Restoran Tua di Indonesia yang Mampu Bertahan dengan Cita Rasanya yang Otentik dan Melekat di Hati

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 6 Mei 2024 | 11:30 WIB
Restoran Wong Fu Kie yang berada di dalam gang kecil di jalan Perniagaan Timur 2 no 22 Roa Malaka, Jakarta Barat. (Youtube/DCP Never Sleep)
Restoran Wong Fu Kie yang berada di dalam gang kecil di jalan Perniagaan Timur 2 no 22 Roa Malaka, Jakarta Barat. (Youtube/DCP Never Sleep)

Menu unggulannya nasi lengko. Selain itu, ada sate kambing muda, gulai kambing, sop ayam, dan nasi campur.

Warm Pi'an beralamat di jalan KH Zaenal Arifin Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Tegal.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Objek Wisata di Tegal, Nikmati Waktu Liburan Sambil Abadikan Momen di Tempat Instagramable

Interior Toko Oen yang masih dipertahankan sampai sekarang. (myeatandtravelstory.wordpress.com/Fachri Reza)

3. Toko Oen
Toko di Malang ini didirikan pengusaha Tionghoa keturunan Belanda, Liem Goe Nio.

Sekarang restoran tua ini dipunyai pengusaha setempat.

Suasana jadul Toko Oen yang berdiri sejak 1920 pun masih terjaga.

Meja, kursi dan meja masih terbuat dari kayu dan rotan. Ini yang membuatnya jadi legendaris.

Baca Juga: Bukan di Luar Negeri, Restoran Bergaya Klasik Ala Pedesaan Eropa Ini Ada di Malang, Ini Dia Nama Tempatnya

Bangunannya pun masih dipertahankan. Lengkap dengan tulisan bahasa Belanda, Welkomm in Malang.

Menu favoritnya old fashioned ice cream. Ini mirip dengan es krim sundae.

Yakni, terdiri atas tiga scoop es krim, wafer roll, wafer cokelat, whippede cream dan buah ceri.

Toko Oen berlokasi di jalan Jenderal Basuki Rachmat no 5, Malang.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Makan Wajib Kunjung di Batu Malang, Kulineran Lengkap Dari Menu Indonesia Sampai Mesir

4. Restoran Tip Top
Buka sejak tahun 1934, restoran di kota Medan ini masih jadi favorit orang sampai sekarang.

Sebelum menjadi restoran, Tip Top dulunya toko roti yang didirikan Jankie pada tahun 1929.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini