4 Penangkaran Penyu di Indonesia, Terbuka untuk Umum Agar Bisa Ikut Melindungi dan Mencintai Satwa Langka Indonesia

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 9 Mei 2024 | 16:00 WIB
Penyu-penyu yang dikembangbiakan di Penangkaran penyu Pariaman di Pulau Kaisak, Pariaman, Sumatra Barat.  (kidalnarsis.com)
Penyu-penyu yang dikembangbiakan di Penangkaran penyu Pariaman di Pulau Kaisak, Pariaman, Sumatra Barat. (kidalnarsis.com)

Pulau Pahat tidak berpenghuni dan hanya penyu saja yang tinggal di pulau ini.

Baca Juga: Jelajahi Batam yang Tidak Pernah Tidur, Mudahnya Menemukan Tempat yang Masih Buka di Tengah Malam

Jenis penyu yang dilindungi di Pulau Pahat, yakni sisik dan hijau.

Kedua jenis penyu ini bertelur antara bulan Januari sampai April dan Mei sampai Agustus.

Telur yang menetas ini dirawat dan dijaga warga setempat dibantu SKK Migas dan Premier Oil Natuna.

Baca Juga: Menikmati Keindahan Pantai Melasti di Bali Cukup dengan Membayar Tiket Rp8 Ribu, Ada Akses WiFi Gratisnya!

Puluhan anak penyu atau tukik yang dilepaskan dari tepi Pantai Pangumbahan, Sukabumi. (asyharstf08.wordpress.com)

3. Penangkaran Penyu Pariaman
Penangkaran penyu Pariaman berada di Pulau Kaisak, Pariaman, Sumatra Barat.

Jaraknya sekitar 45 menit dari Bandara International Minangkabau.

Ada beragam jenis penyu yang dikembangkan di sini, seperti lekang, hijau, dan sisik.

Baca Juga: Melipir ke Pemalang, Ada Tempat Ngadem di Pinggir Sungai dengan Suasana Sejuk dan Asri, Ini Dia Nama Kafenya

Di sini pengunjung bisa melihat ruang inkubasi peneluran penyu, hatchery dan labolatorium.

Ekosistem pulau ini pun sangat dijaga agar penyu yang sudah dilepas tetap bisa hidup.

Sejak 2009 paling tidak sekitar 30.000 tukik yang ditangkar dan dilepas ke laut setelah berumur lebih dari satu bulan.

Baca Juga: Telaga Menjer, Hidden Gem di Wonosobo yang Tidak Kalah Memesona dari Dataran Tinggi Dieng

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini