5 Desa Megalitikum di Indonesia, Budaya dan Kepercayaan Nenek Moyang Masih Kuat Dipegang di Sini

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 27 Juni 2024 | 07:00 WIB
Kampung atau Huta Siallagan di Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. (kostisolo.co.id)
Kampung atau Huta Siallagan di Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. (kostisolo.co.id)

Baca Juga: Jaga Kelestarian Danau Toba, BRI Peduli Grow & Green Tanam 2.500 Bibit Pohon di Samosir

Atraksi Lompat Batu bisa disaksikan di Nias, Sumatra Utara. Tepatnya di Desa Wisata Bawomataluo. (kemenparekraf.go.id)

4. Desa Bawomataluo
Desa Bawomataluo berada di Nias Selatan dan masuk kategori Desa Budaya Warisan Dunia UNESCO.

Desa ini terkenal dengan atraksi Lompat Batu. Batu yang digunakan salah satu warisan zaman megalitikum.

Selain itu, ada meja persegi, tugu dan meja bundar. Umurnya diperkirakan sekitar 5.000 tahun lalu.

Tiket masuk ke Desa Bawomataluo Rp10.000.

Baca Juga: 5 Atraksi Budaya yang Unik dari Suku-suku di Indonesia, Cerminan Nilai-nilai Luhur dan Identitas Bangsa

5. Desa Patemon
Desa wisata megalitikum ini berada di Jawa Timur, sekitar 35 kilometer dari pusat kota Situbondo.

Di desa ini bisa ditemukan batu megasit atau batu berundak dan sarkofagus atau peti mati dari batu.

Dipercaya sarkofagus ini yang terbesar di pulau Jawa.

Untuk berkunjung ke sini gratis. Tetapi harus menggunakan jasa ojek wisata dengan harga Rp20.000 per orang.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: kemenparekraf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini