Kabar BUMN - Makanan baru dan jajanan modern boleh saja terus bermunculan di Yogyakarta.
Meskipun begitu masih cukup mudah menemukan kuliner tradisional khas Yogakarta.
Satu contohnya jajanan pasar khas yang kadang sulit ditemukan di tempat selain Yogyakarta.
Di antara jajanan tersebut, ada yang sudah dijual satu pedagang sejak puluhan tahun lalu.
Baca Juga: Tidak Hanya Pasar Beringharjo, Pasar Tradisional di Yogyakarta Ini Juga Lokasi Tepat Berburu Kuliner
1. Jadah Tempe Mbah Carik
Jadah Tempe sudah muncul sejak 1930 dan menjadi menu favorit Sri Sultan Hamengkubuwono ke IX.
Jadah tempe mengombinasikan antara jadah dan tempe yang dibungkus dengan daun pisang.
Jadah sendiri merupakan olahan ketan dan kelapa yang sudah ditumbuk halus.
Baca Juga: Super Romantis, 7 Restoran di Yogyakarta yang Pamerkan Indahnya Sunset di Langit Jogja
Di antara ratusan pedagang jadah tempe, satu yang terkenal Jadah Tempe Mbah Carik.
Jadah tempe dijual dalam model paketan isinya 10 jadah dan 10 tempe dihargai Rp36.000.
Jadal Tempe Mbah Carik beralamat di Brigjen Katamso no 8 Gondomanan, Yogyakarta.
Baca Juga: 5 Masjid Pathok Negoro di Yogyakarta, Penanda Kekuasaan di Wilayah Kerajaan Keraton Jogja
2. Lupis Mbah Satinem
Ketenaran jajanan yang satu ini sudah sampai tingkat internasional.
Lupis Mbah Satinem pun pernah masuk dalam film dokumenter Street Food di Netflix.
Lupis Mbah Satinem sudah buka sejak tahun 1963 di tempat yang sama.
Artikel Terkait
Jajanan Tradisional Yogyakarta yang ‘Ngangeni’ dan Membuat Ketagihan
5 Jajanan Khas Solo yang Wajib Dicicipi, Nomor 5 Sudah Agak Sulit Dicari
Tiga Jajanan Pasar Asal Indonesia Masuk Daftar 10 Kue Paling Populer di Asia, Apa Saja?
6 Camilan dan Jajanan Zaman Dulu yang Masih Bisa Ditemukan Pasar Legi, Kotagede
Nostalgia Jajanan Jadul Era 90an, Ada Gulali hingga Es Potong, Mana Favoritmu?
5 Pasar Subuh di Jabodetabek, Surganya Berburu Kue Tradisional dan Jajanan Pasar Lainnya