Yuk Cari Jajanan Tradisional Khas Yogyakarta yang Tak Lekang Oleh Waktu dan Masih Terus Diburu

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 15 Juli 2024 | 08:30 WIB
Ilustrasi. Beragam jajanan tradisional di pasar Indonesia. (shopee.co.id)
Ilustrasi. Beragam jajanan tradisional di pasar Indonesia. (shopee.co.id)

Kabar BUMN - Makanan baru dan jajanan modern boleh saja terus bermunculan di Yogyakarta.

Meskipun begitu masih cukup mudah menemukan kuliner tradisional khas Yogakarta.

Satu contohnya jajanan pasar khas yang kadang sulit ditemukan di tempat selain Yogyakarta.

Di antara jajanan tersebut, ada yang sudah dijual satu pedagang sejak puluhan tahun lalu.

Baca Juga: Tidak Hanya Pasar Beringharjo, Pasar Tradisional di Yogyakarta Ini Juga Lokasi Tepat Berburu Kuliner

1. Jadah Tempe Mbah Carik
Jadah Tempe sudah muncul sejak 1930 dan menjadi menu favorit Sri Sultan Hamengkubuwono ke IX.

Jadah tempe mengombinasikan antara jadah dan tempe yang dibungkus dengan daun pisang.

Jadah sendiri merupakan olahan ketan dan kelapa yang sudah ditumbuk halus.

Baca Juga: Super Romantis, 7 Restoran di Yogyakarta yang Pamerkan Indahnya Sunset di Langit Jogja

Di antara ratusan pedagang jadah tempe, satu yang terkenal Jadah Tempe Mbah Carik.

Jadah tempe dijual dalam model paketan isinya 10 jadah dan 10 tempe dihargai Rp36.000.

Jadal Tempe Mbah Carik beralamat di Brigjen Katamso no 8 Gondomanan, Yogyakarta.

Baca Juga: 5 Masjid Pathok Negoro di Yogyakarta, Penanda Kekuasaan di Wilayah Kerajaan Keraton Jogja

2. Lupis Mbah Satinem
Ketenaran jajanan yang satu ini sudah sampai tingkat internasional.

Lupis Mbah Satinem pun pernah masuk dalam film dokumenter Street Food di Netflix.

Lupis Mbah Satinem sudah buka sejak tahun 1963 di tempat yang sama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini