Yuk Cari Jajanan Tradisional Khas Yogyakarta yang Tak Lekang Oleh Waktu dan Masih Terus Diburu

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 15 Juli 2024 | 08:30 WIB
Ilustrasi. Beragam jajanan tradisional di pasar Indonesia. (shopee.co.id)
Ilustrasi. Beragam jajanan tradisional di pasar Indonesia. (shopee.co.id)

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Jogging Gratis di Yogyakarta, Akhir Pekan Lebih Ramai dari Hari Biasa

Yaitu di jalan Bumijo no 52-40 Bumijo, Yogyakarta, jam dagangnya dari 06.00 sampai habis.

Keunikan lupis Mbah Satinem rasa ketannya empuk dan manis.

Harga satu paketnya Rp10.000. Isiannya tidak hanya lupis tapi juga gatot, cenil, dan tiwul.

Baca Juga: 10 Museum Yogyakarta, Rekomendasi Wisata Edukasi untuk si Kecil

Kipo, jajanan khas Yogyakarta yang hampir punah. (ningjogja.com)

3. Kipo Bu Djito
Camilan khas Kotagede ini singkatan dari iki opo. Dalam bahasa Jawa artinya; ini apa.

Camilan ini terbuat dari ketan yang dicampur daun suji sehingga warnanya jadi hijau.

Di dalam ketan diisi parutan kelapa dicampur gula kelapa. Cita rasanya manis dan teksturnya kenyal.

Baca Juga: 5 Lokasi Cantik, Unik, dan Terbaik untuk Menyaksikan Indahnya Matahari Terbenam di Yogyakarta

Kipo muncul pertama kali pada 1980-an diperkenalkan Bu Djito.

Kini sudah banyak penjual kipo di Kotagede, tapi Kipo Bu Djito yang paling terkenal.

Lokasinya di jalan Mondorakan no 27 Prenggan, Kecamatan Kotagede.

Baca Juga: Lokasinya di Pinggir Lintasan Kereta, Kafe di Yogyakarta Ini Hadirkan Nuansa yang Berbeda dan Unik

4. Jenang Gempol Pasar Pathuk
Jenang Gempol terbuat dari tepung beras dan gula jawa.

Bentuknya bulat seperti bakso berwarna putih. Cita rasanya manis dan kenyal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini