Gunung ini awalnya berada di dasar laut kemudian terangkat ke permukaan setelah jutaan tahun lalu.
Bentuknya seperti kumpulan bebatuan besar dan inilah yang menjadi jalur pendakian.
Gunung berada pada ketinggian 700 mdpl, jadi tidak terlalu tinggi untuk sebuah gunung berapi.
Untuk mencapai puncak orang harus jalan kaki antara 50-60 menit saja.
Orang jadi senang mendaki Gunung Purba Ngalanggeran, terlebih medannya juga mudah.
Baca Juga: Drini Park, Tempat Wisata Pantai Terbaru di Gunungkidul Yogyakarta
Banyak orang sengaja mendaki untuk melihat matahari, baik saat terbit ataupun terbenam.
Di dekat Gunung Purba Ngalanggeran juga terdapat Air Terjun Kedung Kadang.
Bentuk air terjunnya seperti batuan berundak yang terbentuk dari batuan vulkanik.
Desa wisata
Selain mendaki gunung, sempatkan pula mampir ke Desa Nglanggeran.
Desa wisata dengan beragam aktivitas khas pedesaan yang menarik.
Desa ini bahkan pernah masuk sebagai Top 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia pada tahun 2018.
Baca Juga: Pantai Sepi Pengunjung di Gunungkidul, Pantai Trenggole Tidak Ramai Wisatawan Sekalipun Saat Liburan
Di sini orang bisa merasakan langsung seperti kehidupan di desa.
Mulai dari berternak, membajak sawah sampai belajar membuat batik topeng.
Desa ini dikenal sebagai penghasil dan produsen cokelat.
Artikel Terkait
Wisata Edukasi di Museum Manusia Purba Sangiran yang Merangkai Hikayat Kehidupan Nenek Moyang di Indonesia
Curug Kembar Lembah Purba, Surga Tersembunyi di Sukabumi yang Jadi Pilihan Tepat untuk Kamu Eksplor Bersama Teman Seperkumpulan
Embung Nglanggeran, Primadona Wisata di Gunung Api Purba Nglanggeran, Jadi Spot Terbaik untuk Menikmati Sunrise dan Sunset
Lembah Purba, Pesona Baru di Sukabumi yang Menantang, Salah Satunya Karena Banyaknya Aturan Masuk ke Tempat Itu
Air Terjun Purba Tirai Bidadari, Surga Tersembunyi di Probolinggo yang Diyakini Telah Ada Sejak Ratusan Tahun Silam
Green Canyon-nya Probolinggo, Air Terjun Purba Tirai Bidadari Tercipta dari Perpaduan Stalaktit dan Air Terjun yang Unik Nan Cantik