4 Penjual Soto Legendaris di Indonesia, Ada yang Eksis Sejak Tahun 1921

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 2 Agustus 2024 | 11:30 WIB
Warung Soto Kadipiro Asli (wonderfulimages.kemenparekraf.go.id)
Warung Soto Kadipiro Asli (wonderfulimages.kemenparekraf.go.id)

Kabar BUMN - Dipengaruhi masakan Cina Kanton, soto diperkirakan sudah masuk ke Nusantara sejak awal abad 19.

Soto pun diadopasi daerah-daerah di Indonesia sesuai kekayaan bahan dan bumbu masing-masing.

Tidak sulit menemukan soto yang otentik sesuai khazanah rasa masing-masing daerah.

Cari saja penjual soto di daerah yang sudah berjualan puluhan tahun. Berikut beberapa di antaranya.

Baca Juga: Keragaman Soto dari Kota dan Provinsi di Luar Pulau Jawa, Lebih Kaya Rempah Penggugah Selera Penambah Stamina

1. Soto Ayam Pojok
Soto Ayam Pojok adalah salah satu tempat makan soto yang terkenal di Gunung Kawi, Malang.

Tempat ini buka sejak tahun 1942 dan saat ini dijalankan generasi kedua.

Soto Ayam Pojok memiliki ciri khas kuah kuning keruh karena menggunakan kunyit yang banyak.

Baca Juga: Selain Bakso, Ini Kuliner yang Wajib Dicicipi Saat Berlibur ke Malang

Lemak ayam pun sudah dibuang sehingga kuah tidak menempel di langit-langit mulut.

Satu porsi terdiri atas nasi, bihun, potongan ayam, telur rebus, taburan koya dan irisan daun bawang.

Harganya Rp20.000. Lebih mahal jika dengan lauk tambahan, seperti perkedel, tempe, dan telur asin.

Baca Juga: Rekomendasi 6 Restoran Nuansa Pedesaan di Malang

2. Soto Kadipiro
Soto Kadipiro berada di pinggir jalan besar Wates, Bantul. Ditandai papan nama besar.

Soto ini dijajakan sejak 1921 oleh Karto Wijoyo, yang awalnya berjualan dengan dipikul.

Tahun 1928 baru membuka tempat di daerah Kadipiro. Karena itu juga dinamakan Soto Kadipiro.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini