Lokasinya di jalan kecil, di samping bekas Hotel Weta. Sekitar 3 kilometer dari Stasiun Gubeng.
Warung ini berdiri tahun 1943. Konon cobek yang digunakan pun umurnya lebih dari 70 tahun.
Satu porsi cingur di Rujak Cingur Cak Durasin harganya Rp40.000 saja.
Baca Juga: Menggunakan Bahan Utama Mulut Sapi, Yuk Simak Asal Usul Rujak Cingur
4. Lontong Balap Pak Gendut
Lontong Balap Pak Gendut lokasinya di jalan Prof Mustopo, depan PDAM.
Sekitar 3,5 kilometer dari Stasiun Gubeng. Hanya butuh waktu 10 menit dengan kendaraan bermotor.
Racikannya terdiri atas lontong, lentho, tahu, dan kecambah. Tak lupa dicampur kuah petis.
Biasasnya dinikmati dengan nasi panas dan sate kerang. Satu porsi Rp 18.000.
Baca Juga: 7 Jajanan Pasar khas Surabaya, Masih Mudah Ditemukan Karena Terjaga Kelestariannya
5. Tahu Campur Cak Kahar
Tempat makan ini buka sejak tahun 1960 dan sekarang sudah diturunkan pada generasi ke empat.
Lokasinya di jalan Embong Malang, sekitar 4 kilometer dari Stasiun Gubeng atau 10 menit dengan kendaraan bermotor.
Seporsi terdiri atas tahu, daging dan otot sapi, selada, toge, mie kuning, lentho, dan kuah kaldu yang dicampur petis.
Cita rasanya gurih. Satu porsi dibandrol dengan harga Rp 20.000 saja.***
Artikel Terkait
5 Rekomendasi Es Krim Legendaris di Semarang, Dessert Sempurna untuk Mengusir Panas!
Rekomendasi Gultik Legendaris di Kawasan Blok M yang Banyak Dibilang Paling Nikmat dan Murah
4 Kuliner Khas Banyuwangi dan Tempat Makan Legendaris yang Sudah Menjualnya Sejak Puluhan Tahun Lalu
Tempat Makan yang Direkomendasikan di Gresik, Hasil Perpaduan Kuliner, Legendaris, Cita Rasanya Otentik
4 Penjual Soto Legendaris di Indonesia, Ada yang Eksis Sejak Tahun 1921
Rekomendasi Tempat Makan Terkenal dan Legendaris di Banyuwangi