Wisata Sejarah di Kota Tertua di Indonesia, Salatiga, Banyak Bangunan Warisan Kolonial yang Estetik

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 6 September 2024 | 11:30 WIB
Gereja GPIB Tamansari merupakan gereja tertua di Salatiga. Dibangun tahun 1823. (wikipedia.org/Fandy Aprianto Rohman)
Gereja GPIB Tamansari merupakan gereja tertua di Salatiga. Dibangun tahun 1823. (wikipedia.org/Fandy Aprianto Rohman)

Baca Juga: 5 Tempat Wisata di Payahkumbuh yang Direkomendasikan, Kota Favorit Sejak Zaman Kolonial Belanda

Kolam renang ini mengalami banyak renovasi walau kolam renang aslinya masih dipertahankan.

Kolam Renang Kalitaman sekarang dilengkapi dengan beberapa tambahan.

Yakni, 2 kolam renang anak, kolam dewasa, dan fasilitas modern lainnya.

Baca Juga: Tempat Wisata di Bandung yang Lokasinya Sudah Terkenal Sejak Masa Kolonial Belanda dan Tempat Baru di Sekitarnya

5. Kelenteng Hok Tek Bio
Dikenal juga dengan nama Kelenteng Amurvabhumi, kleteng ini didirikan tahun 1872.

Tidak tertulis jelas pendirinya, yang pasti kelenteng Buddha ini hasil sumbangan penganut aliran Tri Dharma.

Kelenteng didominasi warna merah dan emas. Memiliki 9 altar yang ada dalam 9 ruangan.

Baca Juga: Dipenuhi Bangunan-bangunan Lama Peninggalan Belanda, Kota Lama Semarang Jadi Surga untuk Pecinta Fotografi

Kelenteng ini uni karena terdapat tampah bambu yang dipasang di langit-langit ruang penyembahan Dewa Bumi.

Kelenteng Hok Tek Bio berlokasi di jalan Letjen Sukowati, Salatiga.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini