Kabar BUMN - Selama tanggal 25 September-5 Oktober ini, umat Hindu Bali merayakan hari raya Galungan.
Galungan merupakan perayaan khusus yang dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Bali.
Perayaan Galungan selalu dimulai pada hari Rabu Kliwon, sesuai wuku dulungan dalam kalender Bali.
Baca Juga: 4 Lokasi Melukat di Bali, Tempat Membersihkan Diri dari Unsur Negatif dalam Hidup
Galungan adalah simbol dari hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).
Perayaan ini sering dikaitkaan dengan cerita perang antar Bhatara Indah dan Mayadenawa.
Selama perayaan ini berlangsung sejumlah tradisi yang dilakukan masyarakat Hindu Bali.
Baca Juga: 5 Tempat Wisata Spiritual di Bali yang Wajib Kamu Kunjungi
1. Ngelawang Barong
Ngelawang diambil dari kata lawang yang dalam bahasa Bali berarti pintu.
Ini tradisi mengarak barong bangkal dari pintu ke pintu rumah warga di dalam satu banjar (desa).
Tujuannya untuk mengusir roh jahat yang mengganggu desa. Barong berkeliling ditemani musik gamelan.
Baca Juga: 6 Wisata di Bali Utara yang Direkomendasikan Jika Ingin Bebas dari Overtourism
Ada dua penari barong, satu memegang kepala barong dan satu lagi memegang ekornya.
Mereka mengenakan topeng barong dengan wujud babi yang mukanya menyeramkan.
Artikel Terkait
Tradisi Unik Berbagai Suku di Indonesia yang Masih Dipertahankan
Kental Akan Tradisi dan Budaya, 3 Desa Wisata di Bali ini Wajib Kamu Kunjungi
4 Tradisi Masyarakat Hindu di Indonesia dalam Menyambut Hari Raya Nyepi, di Luar Tradisi Masyarakat Hindu Bali
5 Tradisi Ramadan di Bali, Mulai Dari Makan Bersama-Sama Sampai Berbagi Makanan
Tahukah Anda, Hanya Indonesia yang Merayakan Idul Fitri Selama Dua Hari. Ini Alasannya dan Makna Dua Tradisi Lain di Idul Fitri
4 Tradisi Pemakaman Unik di Indonesia, Salah Satunya Sudah Hampir Punah karena Faktor Agama