5 Tradisi yang Dilakukan Umat Hindu Bali di Hari Raya Galungan, Simbolkan Kemenangan Dharma atas Adharma

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 27 September 2024 | 20:00 WIB
Tradisi mapeed saat perayaan Galungan di Bali. (kintamani.id)
Tradisi mapeed saat perayaan Galungan di Bali. (kintamani.id)

Dalam mitologi Bali dipercaya barong ini memiliki kekuatan magis.

Baca Juga: Tidak Jauh dari Pantai Petitenget, Pantai di Kerobokan Bali Ini Jadi Tempat Terbaik untuk Menikmati Sunset

2. Mapeed
Ini tradisi menjunjung keben bambu (tempat sajen) secara beriring-iringan menuju tempat sembayang.

Yang melakukan mapeed adalah kaum perempuan.

Sebelumnya sesajen sudah disiapkan di rumah. Terdiri atas buah-buahan, bunga dan hiasan janur.

Semua sajen ini dibawa di atas kepala. Iring-iringan menuju pura ini jadi pemandangan yang selalu ditunggu turis.

Baca Juga: Place To Go Ubud, Bali: Rekomendasi Tempat-tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi

3. Ngejot
Tradisi ngejot adalah kebiasaan masyarakat Hindu untuk membagi-bagikan makanan pada tetangga.

Tetangga ini pun tanpa memandang agama. Baik Hindu dan non-Hindu mendapatkan makanan yang sama.

Ini wujud toleransi beragama di Bali yang terus dilestarikan sampai sekarang.

Baca Juga: Temukan Keindahan Tersembunyi Pantai Batu Telu: Permata Terpencil di Karangasem, Bali

4. Ngelawar
Kegiatan lain selama hari raya Galungan adalah ngelawar. Yakni, tradisi makan bersama-sama.

Tidak sekadar makan saja tapi masyarakat Bali juga sama-sama memasaknya.

Menu utamanya lawar, yang terbuat dari sayuran dicampur daging cincang (biasanya daging babi) dan beragam bumbu.

Bumbu yang digunakan antara lain kunyit, kemiri, bawang merah, bawang putih dan kelapa parut.

Baca Juga: 6 Minuman khas Bali yang Belum Banyak Diketahui Orang, Manis atau Asam Pastinya Menyegarkan, Apalagi Kalau Dingin

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini