2. Tempat tinggal raja
Sebenarnya Candi Ratu Boko lebih tepat disebut sebagai Keraton Ratu Boko.
Ini karena di dalam kompleks ini lebih mirip pemukiman abad 8 dibandingkan candi.
Penelitian mengungkapkan kalau tempat ini bekas keraton atau tempat tinggal raja.
Dalam kompleks ini dilengkapi dengan gerbang masuk, pendopo.
Lalu paseban (tempat menghadap raja), tempat tinggal, tempat pemandian, dan pagar pelindung.
Di sini juga berdiri Candi Batukapur dan Candi Pembakaran yang dibuat dari batu kapur.
Di sekeliling kompleks juga tampak sisa dinding benteng dan parit kering.
Keduanya ciri khas dari bentuk pertahanan militer zaman dulu.
Baca Juga: Komitmen Wujudkan Green Tourism, PT TWC Gelar Aksi Tanam 1.200 Pohon di Kompleks Keraton Ratu Boko
3. Nama ayah Loro Jonggrang
Menurut Legenda nama Ratu Boko diambil dari nama ayah Loro Jonggrang.
Pada masa itu gelar ratu tidak dikhususkan untuk pemimpin perempuan tapi juga pemimpin pria.
Loro Jonggrang sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam legenda Candi Prambanan.
Dikisahkan Loro Jonggrang meminta pangeran Bandung Bondowoso mendirikan 100 candi dalam waktu semalam saja.
Baca Juga: Sendratari Ramayana di Candi Prambanan Banyak Diminati Pengunjung
Artikel Terkait
5 Bukti Kejayaan Kerajaan Majapahit di Masa Lalu, Mulai dari Candi sampai Prasasti
Serba-serbi Candi Cetho, Candi Hindu Penuh Misteri di Lereng Gunung Lawu
Jelajah Candi di Jawa Barat, Candi Tertua di Pulau Jawa Ternyata Berada di Karawang
4 Relief Penting di Candi Borobudur yang Memuat Kisah Mendalam Tentang Kehidupan
Melihat Sunset di Candi Ijo, Salah Satu Spot Terbaik untuk Menyaksikan Matahari Terbenam di Yogyakarta
5 Candi di Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi, Recomended untuk Wisata Sembari Belajar Sejarah Peradaban Masa Lalu