Cikal Bakal Bakpia Pathok Sehingga Begitu Identik dengan Yogyakarta, Andai Isinya Tidak Diubah Pasti Tidak Sepopuler Sekarang

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 11 November 2024 | 08:30 WIB
Bakpia pathok khas Yogyakarta (myjogja.id)
Bakpia pathok khas Yogyakarta (myjogja.id)

Kabar BUMN - Kalau menyebut oleh-oleh khas Yogyakarta, yang pertama terlintas kemungkinan besar bakpia pathok.

Baik yang baru kali pertama ataupun telah berulang kali ke Yogyakarta, biasanya akan bawa bakpia pathok untuk oleh-oleh.

Lalu, bagaimana sejarahnya bakpia pathok sehingga begitu identik dengan Yogyakarta?

Ini sekilas tentang panganan berbentuk pipih yang kali pertama sekali hanya berisi kacang hijau itu.

Baca Juga: Tempat Berburu Bakpia di Yogyakarta yang Legendaris dan Hits, Selalu Populer untuk Jadi Oleh-oleh

Kuliner asi dari Hokkian
Bakpia sebenarnya bukanlah asli panganan dari Yogyakarta, melainkan hasil adopsi dari Hokkian.

Dalam dialek Hokkian, bak artinya babi dan pia artinya kue.

Adopsi terjadi ketika tahun 1940-an Kwik Sun Kwok coba keberuntungan berbisnis di Yogyakarta.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Bakpia Khas Yogyakarta yang Wajib Dijadikan Oleh-Oleh untuk Keluarga

Pria asal Tiongkok datang ke Yogya dan menyewa tanah pada Niti Gurnito. Ia membuat bakpia.

Kali pertama, ia membuatnya sesuai resep asli yang menggunakan daging dan minyak babi.

Tentu saja bakpianya tidak laku. Tetapi karena itu ia tahu masyarakat Yogyakarta tidak makan babi.

Ia pun bereksperimen dan sebagai gantinya menggunakan kacang hijau.

Baca Juga: 4 Toko Roti Legendaris di Yogyakarta, Masuk ke Sini Ibarat Nostalgia Karena Sudah Buka Sejak Masa Penjajahan Belanda

Dibuat di daerah Pathok
Kreasi baru Kwik Sun Kwok ini langsung disukai masyarakat Yogyakarta.

Karena laris, ia lalu mencari tempat baru ke sebelah barat Kampung Suryowijaya.

Kemudian pindah lagi ke jalan Pathok (sekarang jadi jalan KS Tubun).

Baca Juga: Rekomendasi Restoran Vegetarian di Yogyakarta, Menu Menyehatkan dengan Kelezatan yang Berbeda

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini