Raja dari Kerajaan Bantarangin ini ingin melamar Dewi Ragil Kuning dari Kerajaan Kediri.
Saat melamar Kelana dicegat Singa Barong, Raja Kediri.
Ia datang bersama pasukannya yang terdiri dari singa dan merak.
Baca Juga: Nikmatnya Sate Ayam Ponorogo dengan Bumbu Kacang, Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Wengker
Sementara Raja Kelana membawa wakilnya Bujang Anom dan warok (pengawal raja).
Singa dan merak pun bertarung melawan Bujang Anom dan Warok.
Kesemuanya memiliki kekuatan magis dan setelah berhari-hari bertempur, mereka berdamai.
Raja Kelana berhasil menikahi Dewi Ragil. Kisah pertarungan inilah yang ditampilkan di Reog Ponorogo.
Baca Juga: DAMRI Buka Rute Baru Ponorogo-Tulungagung, Permudah Aktivitas Masyarakat Kaki Gunung Wilis
Rangkaian Reog Ponorogo
Reog Ponorogo terdiri atas 2-3 tarian pembuka.
Tarian pertama dibawakan 6 pria dengan pakaian serba hitam, yang melambangkan singa pemberani.
Tarian kedua dibawakan 6 perempuan yang menaiki kuda.
Baca Juga: Makin Indah di Malam Hari, Telaga Ngebel Jadi Destinasi yang Wajib Dikunjungi saat ke Ponorogo
Kadang dengan tambahan tarian ketiga yang ditarikan anak kecil dengan gerakan lucu.
Ini disebut bujang ganong atau ganogan.
Setelah tarian pembukaan baru ditampilkan pertunjukan utama.
Artikel Terkait
6 Jenis Jamu Khas Indonesia, yang Telah Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Bangga!
Menjelajahi 6 Situs Warisan Dunia UNESCO yang Tersebar di Berbagai Wilayah Indonesia
Unik dan Bersejarah, Pabrik Indarung 1 Semen Padang Raih Pengakuan UNESCO sebagai Warisan Memori Asia Pasifik
Geopark Kebumen, Masuk Dalam Daftar UNESCO Global Geopark, Ini Beberapa Spotnya yang Secantik Buku Dongeng
Air Terjun Benang Kelambu: Pesona Alam Lombok Tengah yang Keunikannya Diakui UNESCO
Museum Sangiran: Wisata Sejarah yang Dinobatkan Sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO