5 Jenis Sambal dari Indonesia Timur, Beberapa Rasanya Pedas Menyegarkan, Lainnya Sangat Pedas

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 12 Desember 2024 | 10:00 WIB
Ilustrasi. Indonesia kaya akan sambal, termasuk yang berasal dari kawasan Indonesia Timur. (kedaikayumanis.id)
Ilustrasi. Indonesia kaya akan sambal, termasuk yang berasal dari kawasan Indonesia Timur. (kedaikayumanis.id)

Baca Juga: 6 Kuliner Khas Banda, Maluku, Padukan Kekayaan Hasil Laut dan Rempahnya

3. Sambal roa
Selain dabu-dabu, masyarakat Manado juga punya sambal roa.

Sambal ini merupakan campuran antara sambal dengan ikan roa asap yang sudah dihancurkan.

Ini dibuat dari cabai keriting, bawang merah, bawang putih, gula, terasi, daun jeruk, dan daun sereh.

Setelah dihancurkan baru dicampur dengan ikan roa. Teksturnya kental dan berwarna cokelat gelap.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Warung Kapurung, Makanan khas Sulawesi Selatan yang Kaya Gizi dan Nikmat Sekali

4. Sambal luat
Sambal luat adalah sambal khas Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Racikannya terbuat dari daun kemangi, jeruk nipis, daun siba, dan cabai lombok padi.

Cabai lombok padi jenis cabai yang banyak tumbuh di NTT. Rasanya lebih pedas dari cabai rawit.

Rasa sambal luat sangat pedas dan asam. Biasanya jadi pendamping se'i atau daging asap khas NTT.

Baca Juga: Pesona Pantai Batu Nona di Kupang, NTT yang Kerap Dijuluki Pantai Patah Hati

5. Sambal kenari
Sambal ini berasal dari Maluku yang dikenal kaya akan biji kenari.

Sambal terbuat dari campuran cabai keriting, cabai rawit, terasi, jeruk nipis, garam, dan kacang kenari sangrai.

Semuanya dihaluskan hingga bentuknya menyerupai sambal.

Sambal kenari biasanya dijadikan teman untuk makan ikan bakar.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini