2. Tenun ikat Ende Lio
Ini salah satu kain tenun terkenal di Flores. Kainnya dibuat dengan teknik anyaman ikat.
Tenun ikat Ende banyak diproduksi suku Lio. Zaman dulu, fungsinya sebagai alat barter.
Warna kain meresap pada serat benang. Sementara polanya umumnya geometris.
Baca Juga: Pantai Unik di Ende, Berhias Batu Hijau Kebiruan Pengganti Pasir
Satu helai tenun ikat memiliki makna simbolis dan cerita tersendiri.
Kain tenun untuk pria biasanya berwarna dasar hitam dan biru kehitaman.
Sementara untuk perempuan didominasi dengan flora dan fauna.
Untuk kain dan selendang didominasi motif bunga dan garis hitam kecil.
Baca Juga: DAMRI Bantah Dugaan Menyalahgunakan Bangunan Sewa di Ende, Ini Kronologi dan Klarifikasinya
3. Tenun ikat Sikka
Tenun ikat ini dikenal juga dengan sebutan tenun ikat Maumere.
Tenun ikat dari daerah ini masih menggunakan pencelupan benang dengan warna alam.
Motifnya kebanyakan alam, binatang, atau tokoh-tokoh legendaris, dengan warna-warna cerah.
Salah satu desa penghasil tenun ikat sikka yang terkenal adalah Desa Wololora.
Baca Juga: Flores Bukan Hanya Labuan Bajo dan Pulau Komodo Saja, Maumere pun Tidak Kalah Memesona
4. Tenun ikat Ngada
Tenun ikat Ngada banyak terinspirasi alam dan kehidupan sehari-hari suku tersebut.
Polanya tampak rumit dan didominasi warna-warna cerah.
Artikel Terkait
UMK Binaan Pertamina Kekean Wastra Gallery Berhasil Membawa Kain Tenun Indonesia Mendunia
BRI Kolaborasi dengan Cita Tenun Indonesia Garap Pameran ANTOLOGI
Pecinta Kain Tradisional, Ini Desa-desa Penghasil Kain Tenun Bernilai Budaya Tinggi di Indonesia
Didukung INALUM, Tenun Batak Toba Karya Penyandang Disabilitas dari Desa Meat Tampil di Pameran Internasional di Jamaika
Bank Mandiri Dorong Tenun Tradisional Bali, Lombok, dan Kupang Menuju Pasar Global
Kolaborasi TJSL PLN EPI dan PLN Energi Gas Dorong Pelestarian Kain Tenun Samarinda