Kabar BUMN - Di antara kekayaan seni dan budayanya, Pulau Flores punya beragam kain tenun.
Motif kain tenun khas Flores ini berbeda-beda di setiap daerahnya.
Belum banyak dipasarkan secara nasional, kain tenun Flores ini paling mudah dibeli di daerah asalnya.
Baca Juga: 4 Kampung Tertua di Flores, Tidak Terkikis Perubahan Zaman Meskipun Telah Berumur 1.200 Tahun
Rata-rata satu kain tenun Flores ini berharga mahal, mulai Rp400.000 sampai jutaan.
Ini karena proses pembuatannya yang lama, bisa sampai satu tahun, minimal dua bulan.
Berikut kain-kain tenun khas Flores dari beberapa daerahnya.
Baca Juga: Manfaatkan Potensi EBT di Flores, PLN Kembangkan PLTP Ulumbu
1. Kain tenun songke Labuan Bajo
Kain tenun ini wajib digunakan di acara adat dan pernikahan.
Ciri kain tenun songke khas Labuan Bajo ini adanya benang emas dan perak.
Motifnya banyak terinspirasi dari alam, seperti bunga dan binatang.
Baca Juga: Eksplorasi Keajaiban dan Magnet Wisata Labuan Bajo Bersama ASDP
Dua motif lain yang terkenal, sui dan jok. Motif sui bentuknya garis-garis.
Motif Jok mirip bentuk rumah adat gendang dengan atap berbentuk kerucut.
Selain kain panjang, kain tenun songke juga sudah dibuat untuk tas, scarf dan ikat kepala.
Baca Juga: Perkiraan Budget Liburan Ke Labuan Bajo, 5 Juta Bisa untuk Tinggal 4 Hari dan Ketemu Komodo
Artikel Terkait
UMK Binaan Pertamina Kekean Wastra Gallery Berhasil Membawa Kain Tenun Indonesia Mendunia
BRI Kolaborasi dengan Cita Tenun Indonesia Garap Pameran ANTOLOGI
Pecinta Kain Tradisional, Ini Desa-desa Penghasil Kain Tenun Bernilai Budaya Tinggi di Indonesia
Didukung INALUM, Tenun Batak Toba Karya Penyandang Disabilitas dari Desa Meat Tampil di Pameran Internasional di Jamaika
Bank Mandiri Dorong Tenun Tradisional Bali, Lombok, dan Kupang Menuju Pasar Global
Kolaborasi TJSL PLN EPI dan PLN Energi Gas Dorong Pelestarian Kain Tenun Samarinda