Ragam Kain Tenun dari 4 Daerah dan Suku di Flores, Masing-masing dengan Keunikan dan Karakternya

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 13 Januari 2025 | 07:00 WIB
Kain tenun songke Labuan Bajo wajib digunakan di acara adat dan pernikahan.  Ciri khas kain ini adanya benang emas dan perak.  (tripflores.com)
Kain tenun songke Labuan Bajo wajib digunakan di acara adat dan pernikahan. Ciri khas kain ini adanya benang emas dan perak. (tripflores.com)

Kabar BUMN - Di antara kekayaan seni dan budayanya, Pulau Flores punya beragam kain tenun.

Motif kain tenun khas Flores ini berbeda-beda di setiap daerahnya.

Belum banyak dipasarkan secara nasional, kain tenun Flores ini paling mudah dibeli di daerah asalnya.

Baca Juga: 4 Kampung Tertua di Flores, Tidak Terkikis Perubahan Zaman Meskipun Telah Berumur 1.200 Tahun

Rata-rata satu kain tenun Flores ini berharga mahal, mulai Rp400.000 sampai jutaan.

Ini karena proses pembuatannya yang lama, bisa sampai satu tahun, minimal dua bulan.

Berikut kain-kain tenun khas Flores dari beberapa daerahnya.

Baca Juga: Manfaatkan Potensi EBT di Flores, PLN Kembangkan PLTP Ulumbu

1. Kain tenun songke Labuan Bajo
Kain tenun ini wajib digunakan di acara adat dan pernikahan.

Ciri kain tenun songke khas Labuan Bajo ini adanya benang emas dan perak.

Motifnya banyak terinspirasi dari alam, seperti bunga dan binatang.

Baca Juga: Eksplorasi Keajaiban dan Magnet Wisata Labuan Bajo Bersama ASDP

Dua motif lain yang terkenal, sui dan jok. Motif sui bentuknya garis-garis.

Motif Jok mirip bentuk rumah adat gendang dengan atap berbentuk kerucut.

Selain kain panjang, kain tenun songke  juga sudah dibuat untuk tas, scarf dan ikat kepala.

Baca Juga: Perkiraan Budget Liburan Ke Labuan Bajo, 5 Juta Bisa untuk Tinggal 4 Hari dan Ketemu Komodo

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: tripflores.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini