Temukan Jejak-jekak Megalitikum Berusia Lebih dari 3.500 Tahun di Situs Sokoliman, Gunungkidul

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 26 Januari 2025 | 15:30 WIB
Situs Sokoliman pertama kali ditemukan tahun 1934 oleh dua peneliti, JL Moens dan Van der Hoop. (kompasiana.com)
Situs Sokoliman pertama kali ditemukan tahun 1934 oleh dua peneliti, JL Moens dan Van der Hoop. (kompasiana.com)

Baca Juga: Tidak Cuma Cantik di Permukaan, Bawah Laut Beberapa Pantai di Gunungkidul Ini Juga Memesona

Batu-batu dari zaman megalitikum di Situs Sokoliman, Gunungkidul. (Instagram/@y_sembiring)

Koleksi benda penting
Dari sejumlah artefak yang ditemui ada beberapa yang penting dan bisa dilihat pengunjung.

Koleksi pertama, Arca Menhir Sokoliman, sebuah batu tegak yang berfungsi sebagai tempat pemujaan.

Arca ini bentuknya sedikit bulat dan terbagi atas dua bagian. Bagian wajah dan badan.

Baca Juga: PLN EPI Dorong Pengelolaan Sampah Organik Dapur Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat di Gunungkidul

Pada bagian wajah dan leher dipahat sangat halus.

Kedua, kubur peti batu D24, berupa kuburan zaman megalitikum.

Pada masa itu liang kuburan dialasi dengan batu tipis.

Dinding kuburan terbuat dari empat batu dan bagian atasnya ditutup batu pipih.

Baca Juga: Museum Kayu Wanagama, Destinasi Wisata Edukasi di Tengah Hutan Gunungkidul

Di dalam peti ini ditemukan tulang manusia, diperkirakan ada 4-5 orang dalam satu kubur.

ketiga, fragmen Menhir D12, yang ditemukan di halaman rumah seorang warga.

Ini merupakan pemenuan baru di tahun 2009 dan kemudian dipindahkan ke Situs Sokoliman.

Saat ditemukan Fragmen Menhir ini sudah rusak. Dari perkiraan panjang 1 meter tersisa 84 centimeter.

Baca Juga: 4 Lokasi untuk Menyaksikan Keindahan Panorama Matahari Terbenam di Gunungkidul, Yogyakarta

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini