Serba-serbi Perayaan Cap Go Meh yang Dirayakan 15 Hari Setelah Tahun Baru Imlek

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 5 Februari 2025 | 08:30 WIB
Kemeriahan perayaan Cap Go Meh di kota Singkawang. (kemenparekraf.go.id)
Kemeriahan perayaan Cap Go Meh di kota Singkawang. (kemenparekraf.go.id)

Setiap rumah-rumah keluarga Tionghoa dan jalanan akan dihiasi lampion berwarna merah.

Lampion perlambang keberuntungan.

Baca Juga: Simbol Keberuntungan! 7 Buah yang Wajib Ada Saat Perayaan Imlek

Sedangkan warna merah simbol kemakmuran, kebahagiaan dan kesejahteran.

Dengan ini harapannya, semua orang mendapat banyak rezeki dan menerangi kehidupan setiap orang.

Saat ini festival lampion sudah menjadi bagian dari daya tarik wisata juga.

Baca Juga: Sejarah dan Fakta Menarik Angpau, Amplop Merah yang Selalu Dinantikan di Hari Imlek

Pawai Barongsai
Tradisi lain yang selalu hadir pada setiap perayaan Cap Go Meh adalah pawai barongsai.

Barongsai memiliki simbol untuk harapan yang lebih baik dan untuk mengusir energi negatif.

Pertunjukan barongsai akan dimulai dengan pawai keliling.

Dilanjutkan dengan atraksi barongsai di sebuah lapangan atau tempat yang luas.

Baca Juga: Makna dan Filosofi Warna Merah dan Emas dalam Perayaan Imlek

Festival Cap Go Meh
Walau tidak dirayakan besar-besaran seperti Imlek, sejumlah daerah di Indonesia punya perayaan khusus.

Daerah ini biasanya yang komunitas Tionghoanya cukup besar, seperti di Singkawang dan Palembang.

Cap Go Meh pun sudah diadaptasi dengan budaya lokal dan menjadi event budaya yang ditunggu.

Baca Juga: Fakta Menarik Barongsai yang Selalu Hadir Meramaikan Perayaan Imlek

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: indonesia.travel

Tags

Artikel Terkait

Terkini