Misal, kakek atau ayahnya pernah jadi tatung juga.
Sebelum pawai, tatung wajib puasa tiga hari, dilarang makan daging, dan tidak boleh berhubungan badan.
Tujuannya agar mereka melakukan perayaan dalam keadaan yang suci.
Baca Juga: 4 Perayaan Cap Go Meh atau Festival Lampion di Berbagai Negara
Puncak acaranya Pawai Tatung keliling kota.
Dalam pawai ini terlihat jelas asimilasi budaya Dayak, Melayu dan Tionghoa.
Peserta tatung mengenakan kostum merah dan baju perang suku Dayak.
Lengkap dengan aksesoris kepala dari bulu hewan.
Baca Juga: Semangat Berbagi di Tahun Baru Imlek 2025, BRI Peduli Salurkan Bantuan di Tangerang dan Singkawang
Atraksi senjata tajam
Sepanjang pawai ada atraksi barongsai, replika kelenteng, dan lampion yang ditandu.
Tak lupa iringan musik yang mewakili budaya Tionghoa dan Dayak.
Alat musik loku, chem, dan lho dari Tionghoa dimainkan bersama dau weknya, naknya, dan gong dari Dayak.
Setelah berpawai keliling kota, peserta tatung akan menampilkan kesaktiannya.
Baca Juga: Telusur Singkawang, Kota di Indonesia dengan Sejarah Tionghoa yang Kental
Mereka akan menusukkan benda tajam seperti busur, pedang atau pisau pada bagian tubuhnya.
Artikel Terkait
Tradisi Unik di Seluruh Dunia yang Banyak Berkaitan Dengan Mitos dan Kepercayaan
4 Tradisi Pemakaman Unik di Indonesia, Salah Satunya Sudah Hampir Punah karena Faktor Agama
Subak Jatiluwih di Bali, Tradisi Agrikultur yang Menarik Wisatawan Dunia
Wisata dan Tradisi Unik Pura Tambangan Badung, Salah Satu Pura Tertua di Denpasar, Bali
4 Upacara Adat Yogyakarta yang Sudah Menjadi Tradisi Ratusan Tahun, Pelaksanaannya Selalu Menarik Perhatian Turis
6 Tradisi Perayaan Imlek di Berbagai Daerah di Indonesia, Semuanya Menyimpan Makna Mendalam