Paket menikmati alam
Sungai ini dulunya hanya digunakan untuk mengairi area sawah dan kebutuhan masyarakat setempat.
Sekarang sungai ini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas.
Seperti camping ground dan penyewan peralatan untuk aktivias di sungai.
Ada kano, ban besar untuk river tubing dan peralatan pendukung lainnya.
Baca Juga: 4 Tempat Wisata di Bukit Menoreh, Kulon Progo, Setiap Tempat Sajikan Pemandangan Berbeda
Paket yang ditawarkan antara lain paket camping, outbound, makrab, dan jelajah alam.
Tarifnya mulai Rp50.000-Rp125.000 per orang.
Kalau ingin merasakan tinggal di desa bersama warga setempat, bisa pilih paket live in atau homestay.
Semua tamu yang menginap di desa akan dijamu dengan sajian kuliner khas Desa Wisata Tinalah.
Baca Juga: Ekowisata Taman Sungai Mudal di Kulon Progo, dari Mata Air ke Tempat Wisata Menyenangkan
Belajar membuat kreasi seni
Selain bertani, penduduk Desa Wisata Tinalah juga memiliki sejumlah keterampilan seni yang kreatif.
Di desa bisa didapati workshop kerajinan anyaman dari daun pandan, melukis di batu, sampai kuliner.
Ada sejumlah kuliner yang diproduksi UMKM Desa Wisata Tinalah.
Seperti wingko babat, kripik pegagan, geblek, dan klanting.
Artikel Terkait
UN Tourism Keluarkan Daftar The Best Tourism Village 2024, Dari 55 Desa Wisata Dua di Antaranya di Indonesia
Keharmonisan Manusia dan Alam di Desa Wisata Jatiluwih, Bali, yang Mendapat Penghargaan The Best Tourism Village 2024
Kampung Wisata Malasigi Raih Juara 1 Desa Wisata Rintisan ADWI 2024
Desa Wisata Wukirsari, Desa Kaya Kesenian dan Budaya di Bantul yang Mendapat Penghargaaan The Best Tourism Village 2024
4 Desa Wisata di Sumba yang Masuk Daftar Destinasi Asia Terbaik 2025 Versi Time Out
Program PNM Mekaar Antarkan Desa Wukisari Raih Penghargaan Desa Wisata Terbaik Dunia 2024 dari UNWTO