Kabar BUMN - I’tikaf adalah amalan istimewa yang dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk beribadah secara maksimal.
Kegiatan ini biasanya dilakukan pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, saat umat Muslim berlomba-lomba mencari keutamaan malam Lailatul Qadar.
Dengan beritikaf, seseorang dapat lebih fokus dalam mendekatkan diri kepada Allah tanpa gangguan dari aktivitas duniawi.
1. Mencari Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Salah satu alasan utama untuk beritikaf di 10 malam terakhir Ramadan adalah untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar.
Malam ini disebut lebih baik dari seribu bulan, di mana segala doa dan ibadah yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya.
Dengan beritikaf di masjid, peluang untuk meraih keberkahan malam tersebut menjadi lebih besar.
2. Meningkatkan Kualitas Ibadah
Ketika beritikaf, seseorang menjauh dari kesibukan duniawi dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta memperbanyak doa.
Baca Juga: Senyum Warga Merekah, Antusias Sambut Pasar Murah PHR di Bulan Suci Ramadan
Ini membantu meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah.
3. Mengikuti Sunnah Rasulullah
Rasulullah SAW selalu melakukan i’tikaf pada 10 malam terakhir Ramadan sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah.
Baca Juga: NeoBlast 2025: Sekarang Bisa Staycation sambil Gaming Seru di Kamar Hotel Neo!
Dengan mengikuti sunnah ini, umat Muslim bisa merasakan manfaat spiritual yang mendalam dan meneladani ketakwaan Nabi.
Artikel Terkait
Ramadan di Kampong Glam, Singapura, Bisa ke Beberapa Tempat Ini Sambil Menunggu Waktu Berbuka Puasa
Ayo Bersedekah di Bulan Ramadan untuk Pahala yang Melimpah
Tidak Mau Berat Badan Bertambah Selama Ramadan? Terapkan Aturan Makan Sehat Selama Puasa
Banyak Makan Makanan Manis di Bulan Ramadan? Jangan Lupa Cek Gula Darah!
Tetap Produktif saat Puasa Ramadan dengan Tips Simpel Ini!