3. Ketupat bata
Dinamakan ketupat bata karena bentuknya segi empat seperti batu bata.
Kadang disebut juga ketupat luwar, yang dalam bahasa Jawa, artinya selesai.
Biasanya ketupat bata dihidangkan setelah menjalani puasa Syawal.
Dengan mengonsumsi ketupat bata diharapkan bisa mendapatkan kesucian.
Baca Juga: Siapkan Rencana Libur Lebaran di Bandung, Berikut Rekomendasi 6 Destinasi Wisata untuk Dikunjungi
4. Ketupat bagea
Ketupat ini bentuknya unik karena sedikit bundar dan ukurannya terbilang kecil.
Anyaman jamurnya menyilang hingga membentuk seperti kue bagea.
Di bagian ujungnnya ada helaian panjang janur yang menjuntai.
Dari sini juga asal usul nama ketupat bagea.
Baca Juga: Lebaran di Jakarta Saja, Nikmati Liburan di 10 Destinasi Wisata Berikut
5. Ketupat pulut
Ketupat Medan ini tampilannya mirip ketupat pada umumnya. Tapi ada juga yang berbentuk segitiga.
Ketupat pulut terbuat dari beras ketan. Dalam bahasa Melayu Medan, pulut artinya beras ketan.
Ketupat dibuat dengan mencampurkan beras ketan dengan santan dan dikukus sampai matang.
Selain beras ketan putih, bisa juga menggunakan beras ketan hitam.
Artikel Terkait
Kisah dan Cerita Unik dari Sepotong Kue Kering yang Biasa Dihidangkan di Setiap Idul Fitri
Tahukah Anda, Hanya Indonesia yang Merayakan Idul Fitri Selama Dua Hari. Ini Alasannya dan Makna Dua Tradisi Lain di Idul Fitri
Sejarah Halal Bihalal yang Menjadi Tradisi Usai Perayaan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia
Mengintip 4 Tradisi Unik Masyarakat Minang Saat Perayaan Hari Raya Idul Fitri
Sholat Idul Fitri: Sunnah yang Penuh Berkah, Ini Niat dan Cara Melaksanakannya