Kabar BUMN - Begitu beragamnya kue kering yang sudah lama dikenali masyarakat Indonesia.
Kue kering ini banyak disajikan terutama di hari besar atau hari raya, termasuk hari raya Idul Fitri.
Tidak sedikit dari kue kering ini yang mengadopsi kuliner Belanda.
Selain nastar yang sudah jelas adopsi kue kering Belanda, berikut beberapa lainnya.
Baca Juga: Rekomendasi Kue Kering yang Harus Dihidangkan di Meja Lebaran 2025
1. Jan Hagel
Kue yang dalam bahasa Indonesia disebut kue kenari ini diperkenalkan istri pegawai Hindia Belanda.
Ciri khas jan hagel adalah teksturnya yang renyah dan gurih.
Rasa kacang kenarinya pun sangat terasa, apalagi pada permukaan kue yang ditaburi kenari.
Saat ini sudah jarang bakery atau toko kue yang menjual jan hagel.
Baca Juga: Oleh-oleh yang Tak Boleh Ketinggalan Saat Liburan Ke Ambon, Ada Bermacam-macam Kue hingga Mutiara
2. Schuimpjes
Generasi lama menyebutnya schuimpjes atau kue busa. Kalau sekarang lebih terkenal dengan meringue.
Schuimpjes dibuat dari kocokan putih telur dan gula. Teksturnya renyah, ketika digigit meleleh seperti busa.
Schuimpjes bukan asli Belanda. Konon penciptanya pembuat kue asal Swiss.
Popularitasnya menyebar ke Paris, Belanda, Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya.
Baca Juga: 5 Kue Tradisional Khas Nusantara yang Selalu Dihidangkan di Hari Raya Idul Fitri
Artikel Terkait
Berbagai Kuliner Lezat Khas Indonesia yang Ternyata Dapat Pengaruh dari Menu Belanda
Jejak-jejak Kemewahan Bangunan Eropa di Loji Wetan, Bekas Kawasan Kelompok Elit Belanda di Solo
4 Restoran Belanda di Jakarta, Mengenang Makanan Oma-Opa Dulu di Masa Hindia Belanda
4 Toko Roti Legendaris di Yogyakarta, Masuk ke Sini Ibarat Nostalgia Karena Sudah Buka Sejak Masa Penjajahan Belanda
Camilan Belanda yang Juga Diadaptasi Jadi Kuliner Indonesia, Bentuk Mirip Rasa Sedikit Berbeda
Zaman Dulu Banyak Dipengaruhi Kuliner Belanda, Ini Jajanan Tradisional Manado yang Paling Disuka Masyarakat Indonesia