Waspadai Microsleep, Ketiduran Beberapa Detik yang Bisa Mengakibatkan Kejadian Fatal

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 2 April 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi. Microsleep akan sangat berbahaya jika dialami seseorang saat sedang berkendara atau menyetir mobil. (Pexels/Alex P)
Ilustrasi. Microsleep akan sangat berbahaya jika dialami seseorang saat sedang berkendara atau menyetir mobil. (Pexels/Alex P)

Sebuah studi menunjukan 90% orang dengan kondisi ini, butuhkan lebih banyak jam tidur dari biasanya.

Masalah jam kerja yang panjang, shift kerja dan stress jadi salah satu pemicu seseorang kurang tidur.

Baca Juga: Kelelahan dan Pegal di Perjalanan Mudik via Jalan Darat, Lakukan Ini untuk Menyiasatinya

Microsleep juga bisa karena mengalami gangguan tidur, seperti insomnia, narcolepsi, atau mimpi buruk.

Masalah kecemasan, depresi, obesitas dan biporal juga bisa jadi pemicu microsleep.

Selain itu, orang yang sering mengonsumsi alkohol dan obat-obatan pun rawan terkena microsleep.

Baca Juga: Cara Memilih Bekal Makanan dan Mengemasnya untuk Dibawa Perjalanan Mudik dengan Mobil

Bahaya saat menyetir
Microsleep bisa terjadi kapan saja dan kadang bisa membahayakan nyawa.

Terutama bagi orang yang pekerjaannya supir, pilot, atau mengoperasikan mesin besar.

Hati-hati jika mengalaminya saat sedang menyetir.

Karena dua atau tiga detik saja alami microsleep, tapi bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Baca Juga: 5 Langkah untuk Menghindari Stres Saat Menyetir Sepanjang Perjalanan Mudik

Untuk mencegah terjadinya microsleep, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

Pertama, atur jam tidur, terutama ketika akan melakukan perjalanan jauh dan menyetir mobil.

Usahakan tidur antara 7-8 jam sehari.

Kedua, tidur siang. Dari pada memaksakan diri bekerja dalam kondisi mengantuk, coba tidur siang.

Baca Juga: 8 Jenis Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Saat Melakukan Perjalanan Darat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: webmd.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini