Dipercaya makanan di gunungan membawa berkah karenanya masyarakat berebutan mengambilnya.
Baca Juga: Grebeg Syawal Yogyakarta, Tradisi Rebutan Gunungan Penuh Berkah
2. Sesaji Rewanda
Tradisi ini berasal dari Talun Kacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang.
Sesaji Rewanda yang ditujukan untuk mengucap syukur ini dilakukan hari ketiga setelah Lebaran.
Caranya dengan cara memberi sesaji pada monyet-monyet di tempat wisata Goa Kreo.
Dipercaya saat mencari tiang utama untuk Masjid Agung Demak, Sunan Kalijaga dibantu sekawanan kera.
Baca Juga: Tradisi Lebaran Unik yang Ada di Indonesia
Di tradisi ini masyarakat Talun Kacang akan melakukan kirab.
Gunungan dari nasi kuning berisi buah, hasil bumi dan nasi kethek (monyet) diarak keliling sampai ke Goa Kreo.
Nasi kethek berupa nasi putih dengan oseng daun singkong, pepaya, telur dadar, ikan asin dan tahu bacem.
Baca Juga: Dirayakan Besok, Simak Asal Usul dan Makna dari Lebaran Ketupat
3. Barong Ider Bumi
Tradisi ini dijalankan masyarakat Osing di desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.
Perayaan dilaksanakan hari kedua Lebaran atau tanggal 2 Syawal.
Masyarakat Osing percaya Barong merupakan penjaga desa yang menciptakan kebaikan dan keadilan.
Baca Juga: Tradisi Perayaan Idul Fitri di Arab Saudi, Tidak Terlalu Jauh Berbeda dengan Indonesia
Artikel Terkait
5 Tradisi yang Dilakukan Umat Hindu Bali di Hari Raya Galungan, Simbolkan Kemenangan Dharma atas Adharma
4 Upacara Adat Yogyakarta yang Sudah Menjadi Tradisi Ratusan Tahun, Pelaksanaannya Selalu Menarik Perhatian Turis
6 Tradisi Perayaan Imlek di Berbagai Daerah di Indonesia, Semuanya Menyimpan Makna Mendalam
Mengenal Padusan, Tradisi Penyucian Diri untuk Menyambut Bulan Ramadan
Ragam Tradisi Unik Menyambut Ramadan dari Berbagai Daerah di Indonesia