Kabar BUMN - Di antara beragam adat dan tradisi masyarakat Jawa, syawalan salah satu yang terus dipertahankan.
Tradisi syawalan digelar untuk menyambut bulan Syawal dalam kalender Islam dan kalender Jawa.
Tanggal syawalan bervariasi, rata-rata sebelum tanggal 8 Syawal atau 8 hari setelah perayaan Lebaran.
Baca Juga: Fakta Unik Tradisi Sungkem Masyarakat Indonesia di Hari Raya Idul Fitri
Tujuannya sebagai ucapan syukur karena telah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Dan juga momentum untuk mempererat tali silahturahmi.
Tradisi Syawalan yang paling terkenal adalah Grebek Syawal.
Selain itu setiap daerah di Jawa punya tradisi syawal lainnya.
1. Grebeg Syawal
Grebeg Syawal merupakan tradisi tahunan yang dilakukan Keraton Yogyakarta dan Keraton Solo.
Tradisi ini berlangsung pada tanggal 1 Syawal.
Nama grebeg diambil dari kata gembrebeg yang artinya sergap atau kegaduhan.
Tujuan kegiatan untuk mendapatkan berkah dan keselamatan.
Baca Juga: Warna-warni Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Daerah Indonesia, Dari Grebeg Syawal hingga Tumbilotohe
Dalam perayaan, hasil bumi dan makanan dipasang di gunungan atau tandu berbentuk gunung.
Setelah didoakan, gunungan diarak keliling kota.
Artikel Terkait
5 Tradisi yang Dilakukan Umat Hindu Bali di Hari Raya Galungan, Simbolkan Kemenangan Dharma atas Adharma
4 Upacara Adat Yogyakarta yang Sudah Menjadi Tradisi Ratusan Tahun, Pelaksanaannya Selalu Menarik Perhatian Turis
6 Tradisi Perayaan Imlek di Berbagai Daerah di Indonesia, Semuanya Menyimpan Makna Mendalam
Mengenal Padusan, Tradisi Penyucian Diri untuk Menyambut Bulan Ramadan
Ragam Tradisi Unik Menyambut Ramadan dari Berbagai Daerah di Indonesia