Sekarang Banyak Dicari Orang, Siapa Sangka Kuliner khas Yogyakarta Ini Dulu Dianggap Ndeso

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 14 April 2025 | 08:30 WIB
Sate kere khas Pasar Beringharjo. (smol.id)
Sate kere khas Pasar Beringharjo. (smol.id)

Kabar BUMN - Kuliner ini sekarang dikenal banyak orang, selain karena khas Yogyakarta, juga karena mudah didapati.

Tetapi dulu tidak banyak orang yang memakannya karena dianggap makanan ndeso.

Sekarang pun ini terbilang kuliner murah Yogyakarta karena menggunakan bahan baku yang juga murah.

Tidak lagi dianggap ndeso, kuliner khas Yogyakarta ini kini banyak disuka orang.

Baca Juga: 5 Lokasi Menyaksikan Pemandangan Matahari Terbit Paling Instagramable di Yogyakarta

1. Sate Kere
Sate ini dulunya hanya dimakan masyarat kelas bawah. Dalam bahasa Jawa, kere artinya miskin.

Sate kere terbuat dari tempe gembus yang diungkep lalu dicampur dengan jeroan.

Pada zaman dulu penduduk miskin tidak mampu membeli daging sapi untuk membuat sate.

Sekarang sate dengan rasa unik ini dicari orang. Salah satu penjualnya bisa ditemukan di Pasar Beringharjo.

Baca Juga: Kecil-kecil Kaya akan Sejarah, Ini 4 Candi Berukuran Kecil di Sleman, Yogyakarta, yang Tidak Kalah Eksotis

Mangut Lele Mbah Marto - Rekomendasi 10 kuliner merakyat di Yogyakarta. (jogjakita.co.id)

2. Mangut lele
Di Yogyakarta, dan beberapa daerah di Jawa Tengah, lele diolah menjadi ikan asap. Sebutannya mangut.

Ikan yang paling sering digunakan ikan lele tapi bisa juga dengan ikan tongkol atau ikan pari.

Ikan yang sudah diasapi dicampur dengan kuah santan berbumbu pedas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini