Baca Juga: 5 Restoran Sushi Berkualitas dan Murah di Tokyo, Rasanya Autentik Tanpa Harus Menguras Kantong
Dibuang ke sungai
Seluruh saluran air di Metropolitan Tokyo terhubung langsung dan tidak langsung ke Underground Shrine.
Semua air yang terkumpul di sini kemudian dialirkan lewat terowongan khusus ke Sungai Edogawa.
Untuk mengalirkannya digunakan pompa raksasa dengan kekuatan 14.000 tenaga kuda.
Baca Juga: 24 Jam di Shinjuku, Tokyo, Ini Tempat yang Paling Banyak Dikunjungi Pelancong
Pompa ini mampu menyedot sekitar 50 kubik air per detiknya.
Ketika musim hujan atau terjadinya badai topan, air yang jatuh tidak sempat menggenang.
Dengan demikian harapannya Tokyo aman dari banjir.
Tur keliling
Ketika musim kering, Underground Shrine kosong seperti kuil raksasa tanpa penghuni.
Pada saat inilah pengelola membuka kesempatan bagi orang dan turis untuk melihat langsung.
Ada pemandu yang menjelaskan cara kerja dan sejarah dibalik berdirinya bangunan ini.
Baca Juga: Dengan Modal Kurang dari 1.000 Yen, Ini Makanan yang Bisa Dibeli Saat Liburan ke Tokyo, Jepang
Pengunjung bisa berkeliling, juga areal eksebisi dan augmented reality aplikasi.
Artikel Terkait
Serunya Libur Long Weekend di Kota Solo, Ini 5 Destinasi Wisata yang Wajib Dijelajahi
Spot Healing Murah Meriah di Karanganyar, Masuk ke Sendang Lawu Gratis!
Cek, 4 Destinasi Seru untuk Libur Long Weekend yang Bisa Kamu Kunjungi
Peringati Hari Paskah dengan Tradisi Kuno Semana Santa yang Sudah Dipraktikkan Berabad-abad
Kuliner Jepara Kesukaan RA Kartini, Dulu Hanya untuk Bangsawan, Kini Siapa pun Bisa Menikmatinya
Pesona Alam Curug Pelangi: Destinasi Asri di Cisarua dengan Air Terjun 87 Meter yang Penuh Pesona