Underground Shrine, 'Kuil' di Bawah Tanah yang Melindungi Tokyo dari Banjir

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 18 April 2025 | 15:30 WIB
Konstruksi Underground Shrine dibangun 18 meter dari bawah permukaan tanah. Ditopang pilar yang masing-masing beratnya sekitar 500 ton dan 5 terowongan vertikal setinggi 30 meter.  (japan.travel)
Konstruksi Underground Shrine dibangun 18 meter dari bawah permukaan tanah. Ditopang pilar yang masing-masing beratnya sekitar 500 ton dan 5 terowongan vertikal setinggi 30 meter. (japan.travel)

Kabar BUMN - Tokyo boleh saja dikelilingi laut dan sungai, tetapi hampir tidak pernah terdengar kota ini kebanjiran.

Lebih dari anugerah, mitigasi banjir ini karena Tokyo punya kuil bawah tanah atau Underground Shrine.

Underground Shrine menampung semua air yang melalui Tokyo alias merupakan penampungan air raksasa.

Baca Juga: Rekomendasi Supermarket di Jepang, Khususnya Tokyo, Untuk Tujuan Grocery Store Tour

Membutuhkan waktu 13 tahun
Meskipun diperuntukan mencegah banjir di Tokyo, lokasinya sendiri di Saitama-ken, Prefektur Saitama.

Jaraknya sekitar 55 menit dengan kereta api dari Tokyo.

Konstruksi raksasa ini dibangun selama 13 tahun dan selesai pada tahun 2006.

Baca Juga: Tidak Terlalu Populer di Kalangan Turis, Ameyoko Hadirkan Wisata Belanja Hemat dan Menyenangkan di Tokyo

Bangunan ini sengaja didirikan untuk menampung semua air yang turun atau muncul.

Baik dari hujan deras, luapan sungai, badai, dan tornado yang sering melanda Jepang, terutama di Metropolitan Tokyo.

Konstruksinya dibangun 18 meter dari bawah permukaan tanah.

Baca Juga: Patung-patung Ikonik di Tokyo yang Menjadi Tujuan Wajib Turis, Kebanyakan Karena Ingin Berfoto

Ditopang pilar yang masing-masing beratnya sekitar 500 ton dan 5 terowongan vertikal setinggi 30 meter.

Bagian atasnya ditutup dengan kubah yang menyerupai atap katedral.

Secara keseluruhan bangunan ini mirip kuil sehingga diberi nama Underground Shrine atau kuil bawah tanah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: japanguide.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini