Mie Tradisional di Pulau Jawa, Mampu Bersaing dengan Mie Baru dan Modern

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 7 Mei 2025 | 10:00 WIB
Mie kopyok dari Semarang (tripadvisor/Reza Oetomo)
Mie kopyok dari Semarang (tripadvisor/Reza Oetomo)

3. Mie lethek
Mie asal Bantul ini unik karena terbuat dari tepung tapioka. Teksturnya mirip bihun dengan warna kecokelatan.

Dalam bahasa Jawa, lethek artinya keruh atau kotor, sesuai dengan warna mienya.

Mie lethek bisa dinikmati dengan model kering atau berkuah.

Cara menghidangkannya dan bumbunya mirip dengan mie godog Jawa.

Baca Juga: 5 Kuliner Indonesia yang Hampir Punah, Kebanyakan Karena Terkendala Bahan Baku

Mie kocok Bandung (kilat.com)

4. Mie kocok
Mie kocok bisa ditemukan di Bandung. Sepintas racikannya mirip mie bakso, isiannya berbeda.

Selain bakso, mie, dan toge, seporsi mie kocok dilengkapi dengan potongan kikil sapi.

Dinamakan mie kocok, karena saat proses penyajian, mie dikocok di panci kuah kaldu terlebih dulu.

Mie dimasukkan ke wadah logam, dikocok di kuah, dimasukan ke mangkok, baru ditambahkan bakso dan lain-lain.

Baca Juga: Penjualnya Lebih Banyak di Bandung, Ini 5 Rekomendasi Mie Kocok Paling Mantap

5. Mie ongklok
Ini mie asli dari Wonosobo dan Dieng, Jawa Tengah. Mie yang digunakan jenis mie basah berkuah.

Bila mie lain jenis kuahnya encer, kuah mie ongklok teksturnya kental karena dicampur tepung kanji.

Dalam satu porsi mie ongklok terdiri atas irisan kol, daun kucai, sayuran dan kerupuk.

Mie ongklok dinikmati dengan sate ayam atau sate sapi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini