4 Gereja Tua dan Unik di Pulau Jawa yang Semuanya Dibangun di Masa Penjajahan

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 19 Desember 2024 | 08:30 WIB
Gereja Bleduk Semarang (indonesia.travel)
Gereja Bleduk Semarang (indonesia.travel)

Kabar BUMN - Di Pulau Jawa cukup banyak berdiri gereja yang dibangun sejak masa pemerintahan Hindia Belanda.

Untuk memenuhi kebutuhan ibadah pejabat dan pekerja Belanda di Pulau Jawa itulah banyak dibangun gereja.

Kemudian misionaris Belanda datang sehingga jumlah gereja di Pulau Jawa pun ikut bertambah.

Hingga sekarang sebagian besar gereja ini masih terpelihara dan digunakan dengan baik.

Baca Juga: Gereja-Gereja dengan Bangunan Unik di Indonesia, Cocok untuk Dikunjungi Sekalian Wisata Rohani

1. Gereja Bleduk
Portugis membangun gereja Kristen Protestan ini di Semarang tahun 1753.

Tahun 1787 dibangun ulang HPA de Wildedan W Westman di bawah pemerintahan Hindia Belanda.

Saat renovasi inilah ditambahkan dengan dua menara dan satu kubah.

Baca Juga: Kota Lama Semarang, Jejak Sejarah di Tengah Kehidupan Modern

Nama bleduk diberikan karena adanya kubah yang menonjol atau dalam bahasa Jawa, mbleduk.

Bangunan Gereja Bleduk yang bergaya Neo Klasik ini mirip dengan gereja di Eropa abad 17-18.

Di dalam gereja terdapat orgel setinggi 6 meter berusia lebih dari 200 tahun.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata Religi Semarang untuk Semua Pemeluk Agama

2. Gereja Tamansari Salatiga
Selain tempat pembinaan misionaris, di Salatiga juga terdapat gereja tua cantik, Gereja Tamansari.

Gereja ini dulu digunakan sebagai tempat ibadah keluarga besar Batalyon A II Bg.

Ini merupakan gereja tertua yang dibangun tahun 1823 dengan gaya Ghotik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini