Kabar BUMN — Perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur selalu menjadi magnet spiritual dan budaya yang menyedot perhatian umat Buddha dan wisatawan dari seluruh dunia.
Puncak perayaan yang jatuh pada Kamis, 23 Mei 2024, ini menjadi momen sakral untuk memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddhartha Gautama: kelahiran, pencerahan, dan wafatnya.
Agar pengalaman mengikuti perayaan Waisak di Borobudur terasa lebih berkesan, berikut sejumlah tips penting yang bisa diikuti oleh umat maupun wisatawan:
Baca Juga: Candi Borobudur Jadi Pusat Perayaan Waisak 2025, Jadi Momentum Perkuat Ekonomi dan Pariwisata
1. Datang Lebih Awal, Nikmati Suasana
Suasana menjelang Waisak sangat khas: khusyuk, damai, dan penuh makna.
Para biksu dan umat Buddha dari berbagai daerah mulai berdatangan sejak hari-hari sebelumnya.
Disarankan untuk datang setidaknya sehari sebelum puncak acara, agar bisa menyaksikan prosesi awal, seperti pengambilan air suci di Umbul Jumprit dan api dharma dari Mrapen.
Baca Juga: Jangan Sampai Gagal Masuk! Ini Aturan Lengkap Festival Lampion Waisak 2025 di Borobudur
2. Ikuti Prosesi Waisak Secara Tertib
Puncak perayaan ditandai dengan prosesi jalan kaki dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, sejauh kurang lebih 3 km.
Prosesi ini merupakan simbol perjalanan spiritual, dan terbuka untuk diikuti oleh masyarakat umum dengan tetap menjaga ketertiban dan kekhusyukan acara.
Penting untuk memakai pakaian sopan berwarna cerah atau putih, dan hindari pakaian mencolok.
Jangan lupa membawa topi atau payung untuk melindungi diri dari terik matahari.
Artikel Terkait
Jangan Sampai Gagal Masuk! Ini Aturan Lengkap Festival Lampion Waisak 2025 di Borobudur
Borobudur Siap Gelar Festival Lampion Waisak 2025, Baca Dulu Do’s & Don’ts-nya!
Mengenal Rangkaian Perayaan Waisak di Borobudur, Mulai dari Thudong hingga Pelepasan Lampion
PERURI Dorong UMKM Kuliner Karawang Tembus Pasar Global di Borobudur International Bike Week 2025
Candi Borobudur Jadi Pusat Perayaan Waisak 2025, Jadi Momentum Perkuat Ekonomi dan Pariwisata