Jelajah Lumbini, Nepal, Situs Suci Umat Buddha, Tempat Kelahiran Siddharta Gautama

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 11 Mei 2025 | 08:30 WIB
Di perayaan Waisak, umat Buddha sering melakukan ziarah atau perjalanan religi ke Lumbini. (welcomenepal.com)
Di perayaan Waisak, umat Buddha sering melakukan ziarah atau perjalanan religi ke Lumbini. (welcomenepal.com)

Selain harga tiket yang murah, pemandangan dari Kathmandu sampai Lumbini pun sangat indah.

Waktu terbaik mendatangi Lumbini saat perayaan Waisak karena dirayakan secara besar-besaran.

Bulan terbaik lainnya antara Oktober sampai Desember.

Baca Juga: Tips Mengikuti Perayaan Waisak di Borobudur, Datang Lebih Awal dan Jangan Lupa Jelajahi Tempat Wisata di Sekitarnya

Bodhi Tree (Ficus religiosa) di Sacred Garden, Lumbini, Nepal. (Facebook/World Heritage Journeys Buddha)

Sacred Garden
Sacred Garden salah satu tempat suci yang wajib dikunjungi di Lumbini. Di sinilah Sang Buddha dilahirkan.

Dipercaya Ratu Mayadevi, ibu Pangeran Siddharta melahirkan di bawah pohon sal diterangi cahaya bulan purnama.

Di Sacred Garden terdapat Marker Stone yang menjadi simbol tempat kelahiran Sang Buddha.

Baca Juga: Simak Rundown Acara Penerbangan Lampion Waisak di Borobudur, Penukaran Tiket Dibuka Mulai Pukul 13.00 WIB

Di sini juga berdiri Kuil Mayadevi yang dibangun untuk melindungi Sacred Garden.

Diperkirakan kuil dibangun sekitar abad ke 5 Masehi oleh Kaisar Ashoka, seorang penganut Buddha yang taat.

Di dekat Kuil Mayadevi terdapat Asoka Pillar yang dibangun untuk mengenang kunjungan Kaisar Asoka ke taman tersebut.

Baca Juga: Kagyu Monlam ke-15, Tiga Hari Penuh Doa dan Cinta di Borobudur saat Sambut Perayaan Tri Suci Waisak 2025

Pada tiangnya berrtuliskan skrip Brahmi yang menyatakan tempat ini sebagai tempat kelahiran Sang Buddha.

Sacred Garden tidak terlalu luas tapi tenang dan adem. Banyak pohon dihiasi bendera-bendera doa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: lonelyplanet.com, visitworldheritage.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini